Cerita Warga Korban Kebakaran di Cipadu: Semua Habis Menjelang Maghrib

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Menjelang waktu Maghrib, saat sebagian warga Cipadu, Tangerang Selatan, bersiap menutup hari, api justru membuka babak kehilangan yang panjang.

Dalam hitungan menit, kobaran menjalar, melahap gudang, ruko, rumah, dan usaha kecil yang selama ini menjadi sandaran hidup.

Erna (48) masih mengingat jelas momen ketika kepanikan itu datang.

Ia dan keluarganya tak punya cukup waktu untuk menyelamatkan apa pun selain diri mereka sendiri.

“Habis semua, enggak ada yang bisa diselamatin,” ujar Erna saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Ruko Tekstil Cipadu Tangsel Terbakar, Api Baru Padam Setelah 4 Jam

Api pertama kali disadari sekitar pukul 17.15 WIB.

Dari keributan kecil di sekitar gudang dekorasi, situasi berubah drastis setelah terdengar ledakan sekitar pukul 17.30 WIB.

Kobaran api membesar, diiringi teriakan warga yang menggedor rumah-rumah agar segera ditinggalkan.

“Ada keributan kecil di pinggir dekor, terus enggak tahu jam 17.30 WIB itu ada ledakan, apinya gede. Terus digedor-gedor dari luar sama warga ‘buka-buka, ini ada kebakaran’,” kata Erna.

Api lebih cepat dari upaya

Saat kejadian, Erna dan keluarganya berada di dalam rumah, menunggu azan Maghrib.

Peringatan pertama datang bukan dari sirene, melainkan dari tetangga yang panik.

“Kita digedor-gedor sama tetangga, disuruh keluar karena ada kebakaran. Api itu cepat banget nyebarnya,” jelas dia.

Baca juga: Gudang dan 4 Ruko Tekstil di Cipadu Kebakaran, Kerugian Capai Rp 7 Miliar

Warga sempat berusaha memadamkan api dengan ember.

Namun, upaya manual itu kalah cepat dari jilatan api yang terus merambat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam kepanikan, Erna sempat meminta keluarganya menyelamatkan surat-surat penting. Harapan itu pupus.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OJK Belum Terima Laporan Resmi dari Bareskrim soal Dugaan Saham Gorengan di Pasar Modal
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Hakim Konstitusi: Diangkat dengan Prosedur atau Ditentukan oleh Politik?
• 5 jam lalukompas.com
thumb
IHSG Anjlok 5,31 Persen pada Sesi I, Tertekan Kebijakan MSCI
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jangan Sembarangan! Simak Cara Masak dan Makan Ikan Saat Imlek Agar Rezeki Mengalir Deras
• 20 jam lalugrid.id
thumb
KPK Panggil Eks-Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Kasus Korupsi DJKA Jatim Makin Memanas!
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.