HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha sudah saatnya dievaluasi serius. Tujuh laga terakhir bersama PSM, tidak ada kemenangan sama sekali.
Urutannya, PSM vs Persebaya: 1-1, PSM vs Malut United: 0-1, Persib Bandung vs PSM: 1-0, Borneo FC vs PSM: 2-1, PSM vs Bali United: 0-2, Persijap Jepara vs PSM: 2-1, dan PSM vs Semen Padang: 0-0.
Ya, laga PSM Makassar vs Semen Padang FC di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Parepare, Senin, 2 Februari 2026, berakhir imbang tanpa gol pada pertandingan BRI Super League.
Usai pertandingan, Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menilai hasil imbang tersebut tetap positif meski timnya tampil dominan dan berpeluang meraih kemenangan.
Dejan mengungkapkan bahwa target awal Semen Padang FC untuk mencuri poin di laga tandang berhasil tercapai. Namun, melihat jalannya pertandingan, ia menilai Kabau Sirah sebenarnya memiliki kans besar untuk membawa pulang tiga poin.
“Secara umum ini hasil yang positif. Dari dua pertandingan away kami mendapatkan dua poin. Sekarang kami harus fokus melawan Persita Tangerang pekan depan,” ujar Dejan Antonic dilansir Padang Ekspres (grup FAJAR).
Jika menilik jalannya laga, pelatih asal Serbia tersebut mengaku cukup puas dengan performa anak asuhnya. Menurutnya, strategi yang telah disiapkan selama masa persiapan mampu dijalankan dengan baik oleh para pemain di lapangan.
Meski demikian, Dejan juga mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu segera dibenahi. Evaluasi akan terus dilakukan agar tim dapat tampil lebih maksimal pada pertandingan berikutnya.
“Namun memang ada beberapa kekurangan yang bisa dilihat dari laga ini. Tentunya itu akan kami ubah dan perbaiki agar di laga selanjutnya kami bisa meraih hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Dejan turut menyoroti kontribusi pemain-pemain baru yang bergabung bersama Semen Padang FC, di antaranya Maicon Souza dan Kasim Botan. Ia menilai kehadiran mereka memberikan dampak positif dan mampu beradaptasi dengan baik bersama pemain lainnya.
“Dengan sejumlah pemain baru yang bergabung, apa yang mereka tampilkan cukup solid dan bisa beradaptasi di lapangan. Semoga kami bisa meningkatkannya lagi karena setiap laga sangat penting bagi kami untuk mendapatkan poin. Apalagi kami ingin secepatnya keluar dari zona merah,” kata Dejan.
Salah satu aspek permainan yang paling diapresiasi Dejan dalam laga melawan PSM Makassar adalah penguasaan bola (ball possession). Dalam pertandingan tersebut, Semen Padang FC tercatat mampu mendominasi permainan dengan penguasaan bola lebih dari 60 persen.
“Sudah lama kami tidak bermain dominan seperti ini. Tentunya ini jauh lebih baik dibandingkan putaran pertama. Kami juga sudah memperbaiki sisi pertahanan. Namun yang masih perlu ditingkatkan adalah sektor serang agar bisa lebih tajam,” sebutnya.
Sementara itu, pemain anyar Semen Padang FC, Kasim Botan, turut memberikan komentarnya usai pertandingan. Ia menilai kedua tim tampil cukup baik dan bersyukur atas satu poin yang berhasil diraih di kandang lawan.
“Ini pertandingan pertama saya bersama Semen Padang FC. Masih banyak hal yang harus saya perbaiki segera, termasuk adaptasi. Di laga selanjutnya saya akan terus berjuang keras agar bisa membantu Semen Padang meraih hasil yang positif,” ujar Kasim.
Hasil imbang ini menjadi modal penting bagi Semen Padang FC menjelang laga berikutnya saat menjamu Persita Tangerang, yang akan menjadi pertandingan krusial dalam upaya Kabau Sirah keluar dari zona degradasi. (*)



