Polri Luncurkan Program "Polantas Menyapa dan Melayani", Ubah Citra Petugas Jadi Sahabat Masyarakat

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Polisi Agus Suryonugroho, resmi menggaungkan program Polantas Menyapa dan Melayani pada tahun 2026 sebagai bentuk transformasi pelayanan publik yang lebih profesional dan humanis.

Program ini bertujuan mengedepankan sisi empati dan keramahan dari polisi lalu lintas (polantas) dalam melayani masyarakat di jalan raya.

Langkah tersebut merupakan implementasi dari arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menekankan bahwa setiap anggota Polri harus hadir sebagai penolong dan pelayan masyarakat dengan pendekatan humanis.

Arahan Kapolri dan Perubahan Citra Polantas

"Sesuai arahan Bapak Kapolri Jenderal, Listyo Sigit Prabowo, semangat melayani harus menjadi urat nadi setiap anggota di lapangan. Polantas bukan hanya pengatur jalan, tapi pelayan yang hadir dengan empati", ungkap Agus Suryonugroho.

Ia menegaskan bahwa melalui program ini, pihaknya ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap polantas dari sosok yang disegani karena otoritas menjadi sosok yang dicintai karena kepedulian.

"Menyapa adalah bahasa kemanusiaan. Kita ingin meruntuhkan sekat antara petugas dan warga. Jalan raya itu bukan sekadar tempat kendaraan melintas, tapi ruang peradaban. Di sana ada etika, ada keselamatan, dan ada kepedulian yang harus kita jaga bersama", ia mengungkapkan.

Agus juga menekankan pentingnya profesionalisme yang berkeadilan dan melarang keras sikap arogan dari anggota polantas dalam bertugas.

"Melayani itu wujud pengabdian. Membantu tanpa pamrih, memberikan solusi bagi masyarakat yang kesulitan di jalan. Kita rangkul semua lapisan masyarakat agar keberadaan polantas benar-benar dirasakan manfaatnya", ujarnya.

Pemanfaatan Teknologi dan Sentuhan Humanis

Dalam pelaksanaannya, program Polantas Menyapa dan Melayani juga akan diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan.

Salah satu bentuk teknologi yang diimplementasikan adalah electronic traffic law enforcement (ETLE) atau sistem tilang elektronik.

Menurut Agus, penerapan ETLE bukan semata untuk menjaring pelanggar lalu lintas, tetapi sebagai media edukasi publik.

Ia ingin membangun kesadaran bahwa perilaku berkendara di jalan merupakan cerminan peradaban sebuah bangsa.

Meski teknologi terus berkembang, ia menekankan bahwa interaksi manusiawi antara polisi dan masyarakat tetap menjadi elemen penting.

"Intinya adalah menyapa dengan hati, melayani dengan profesional. Kita ingin masyarakat merasa polantas adalah sahabat mereka dalam menjaga keselamatan", pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Ekstrem, Risiko Kerja Bertambah
• 19 jam lalukompas.id
thumb
SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan BTA 8 Jakarta Teken MoU
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Arsenal Menjauh di Puncak Klasemen Liga Inggris Usai Hantam Leeds United dan Pesaing Terpeleset
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Bursa Asia Cenderung Lesu di Awal Pekan, Investor Cermati Gejolak Pasar Logam
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Proliga 2026: Tujuh Kemenangan Beruntun, Gresik Phonska Plus Dominan di Kandang
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.