Bisnis.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DI Yogyakarta mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah tersebut pada Januari 2026 berada di angka 109,75. Dilihat secara tahunan atau year-on-year, IHK di DI Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 3,30% dengan inflasi tertinggi yang berada di Kota Yogyakarta sebesar 3,55% (yoy) dengan IHK 110,97.
Statistisi Utama BPS Provinsi DI Yogyakarta Sentot Bangun Widoyono menjelaskan, inflasi tahunan yang relatif tinggi pada awal 2026 dipengaruhi oleh rendahnya basis perbandingan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Artinya, kondisi pada bulan Januari 2025 yang lalu itu terjadi tingkat harga-harga yang relatif lebih rendah. Akibatnya, maka pada kondisi Januari 2026 ini terjadi inflasi yang cukup besar kalau kita lihat memperhatikan angka year-on-year," jelasnya apda Senin (2/2/2026).
Menurut Sentot, pada 2025 sebagai periode pembanding, penurunan tarif dasar listrik memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHK di DI Yogyakarta. Pengaruh tersebut lebih besar dibandingkan kenaikan harga emas dan perhiasan yang hingga kini masih mengalami inflasi.
BPS mencatat, komoditas utama penyumbang inflasi tahunan terbesar di DI Yogyakarta adalah emas perhiasan dengan kenaikan 1,13% (yoy), beras 0,14% (yoy), sigaret kretek mesin 0,07% (yoy), serta sigaret kretek tangan 0,06% (yoy). Sebaliknya, komoditas hortikultura menjadi penahan inflasi melalui deflasi, di antaranya cabai merah yang turun 0,12% (yoy), serta cabai rawit, bawang putih, tomat, dan buncis yang masing-masing turun 0,05% (yoy).
"Kalau kita lihat per kota yang dihitung inflasinya, maka inflasi tahunan paling besar terjadi di Kota Yogyakarta dengan kisaran 3,55% (yoy) sedangkan Gunungkidul mencapai 3,11% (yoy). Hal ini terjadi akibat dari kenaikan IHK pada Januari 2026 di Kota Yogyakarta sebesar 110,97 naik dari 107,17 pada Januari 2025. Namun, ketiga wilayah yang kita hitung, yaitu Gunungkidul, Kota Yogyakarta, dan gabungan pada Januari 2026 secara bulanan mengalami deflasi," jelas Sentot.
Baca Juga
- UMP 2026 Naik Lebih Tinggi, Namun Upah Riil Buruh Masih Tertekan
- Upah Minimum Jatim 2025 Naik di 7 Wilayah, Begini Sikap Buruh Karena Tersisa 2 Bulan
- Perhitungan Pesangon PHK 2026 dan Hak-Hak Pekerja
Secara bulanan, IHK DI Yogyakarta pada Januari 2026 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,16% secara month to month (mtm) dibandingkan Desember 2025. Deflasi terutama dipicu oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,54% (mtm). Selain itu, kelompok transportasi mengalami penurunan 0,31% (mtm) dengan andil deflasi 0,04% (mtm), serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang turun 0,29% (mtm) dengan andil 0,01% (mtm).
"Deflasi yang kondisi sekarang ini, meskipun lebih lambat dibandingkan deflasi tahun lalu, tetapi termasuk deflasi yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan kondisi tahun 2024. Ini tentunya akan sangat berpengaruh nanti terhadap data year-on-year," jelas Sentot.
Sepanjang Januari 2026, BPS mencatat cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan bensin menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi. Sementara itu, kenaikan harga emas perhiasan, sepeda motor, kacang tanah, bawang putih, serta bayam menjadi faktor utama yang menahan laju deflasi pada periode tersebut.





