JAKARTA, KOMPAS.TV- Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer memiliki julukan khusus terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode ini sebagai bocil..
“Kita lihat KPK ini seperti bocil, kelompok bocil, periodik sekarang ya saya sampaikan, periode kepemimpinan sekarang itu adalah kelompok bocil, bocil apa artinya, bohong dan licik,” ucap dia selepas menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Noel, biasa disapa, kemudian dikonfirmasi perihal pernyataan kuasa hukumnya soal adanya permintaan uang hingga miliaran dari pihak kejaksaan.
“Saya tidak tahu karena mereka yang melakukan pertemuan, bukan saya. Saya nggak ngerti soal itu, soal ada aliran ke Kejaksaan saya enggak ngikutin itu. Karena fokus saya hanya persoalan buruh ya,” ujarnya.
Baca Juga: Penasihat Ahli Kapolri: Riza Chalid Ngumpet di Negara yang Hubungannya Tidak Bagus dengan Indonesia
“Apalagi kan jabatan saya, jabatan politik bukan jabatan birokrasi, bukan struktural.”
Lebih lanjut, Noel dikonfirmasi perihal adanya kemungkinan Kejaksaan Agung turut andil dalam soal pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
“Saya kurang memahami soal itu, karena kan tadi fakta persidangan ternyata kan problem itu sudah ada sebelum ada kejadian saya, jadi sudah ada pertemuan intens antara direktur dan siapa itu ya, saya nggak tahu, baru ke saya,” ujar dia.
Sebagai informasi, Immanuel Ebenezer ditetapkan tersangka bersama 10 orang lain per 22 Agustus 2025.
Sebagaimana temuan KPK, dugaan pemerasan sertifikat K3 di lingkungan Kemnaker dilakukan Noel dan tersangka lainnya adalah dengan meminta uang hingga Rp6 juta bagi buruh yang ingin mendapatkan sertifikat. Padahal, tarif sertifikasi K3 seharusnya Rp275 ribu.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- immanuel ebenezer
- sidang immanuel ebenezer
- kpk
- kpk bocil
- sertifikasi k3
- dugaan pemerasan




