James Comer Tolak Tawaran Akhir Bill dan Hillary Clinton Tentang Kasus Epstein

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

UPAYA hukum terakhir yang diajukan pengacara Bill dan Hillary Clinton untuk menghindari pemungutan suara terkait dakwaan penghinaan terhadap Kongres (contempt of Congress) resmi ditolak. Ketua Komite Pengawas DPR AS, James Comer, menolak tawaran tersebut dan tetap melanjutkan proses hukum terkait penyelidikan kasus Jeffrey Epstein.

Dalam surat penolakan yang diperoleh CNN, Comer menyatakan rasa frustrasinya terhadap pasangan Clinton yang dianggap mangkir dari pemanggilan resmi.

"Sudah hampir enam bulan sejak klien Anda pertama kali menerima somasi Komite, lebih dari tiga bulan sejak tanggal asli deposisi mereka, dan hampir tiga minggu sejak mereka gagal hadir untuk deposisi sesuai dengan somasi sah Komite," tulis Comer. Ia menambahkan keinginan klien tersebut untuk mendapatkan perlakuan khusus adalah penghinaan terhadap keinginan rakyat Amerika akan transparansi.

Baca juga : Ghislaine Maxwell Siap Bersaksi dalam Skandal Epstein, Akankah Buka Suara?

Tawaran yang Dianggap Tidak Masuk Akal

Berdasarkan surat tertanggal 31 Januari, tim hukum Clinton mengajukan persyaratan agar Bill Clinton bersedia melakukan wawancara sukarela yang ditranskrip selama empat jam di New York City. Namun, wawancara tersebut harus dibatasi hanya pada lingkup penyelidikan Epstein.

Selain itu, pengacara Ashley Callen dan David E. Kendall meminta agar somasi terhadap Hillary Clinton dicabut. Sebagai gantinya, Hillary menawarkan untuk menyerahkan pernyataan tertulis kedua di bawah sumpah atau hadir dalam wawancara langsung dengan format yang serupa dengan suaminya. Imbalannya, mereka meminta Comer menarik kembali resolusi penghinaan terhadap Kongres.

Namun, James Comer menolak keras syarat-syarat tersebut dan melabelinya sebagai tawaran yang "tidak masuk akal."

Baca juga : Abaikan Panggilan Terkait Kasus Epstein, Bill dan Hillary Clinton Terancam Sanksi Kongres

Menolak "Mengulur Waktu"

Comer menjelaskan ia tidak dapat mengubah status pemeriksaan dari deposisi di bawah sumpah menjadi wawancara sukarela. Ia juga keberatan dengan batasan waktu empat jam yang diajukan, karena khawatir mantan presiden tersebut akan menggunakannya untuk "mengulur waktu."

"Karena dia (Bill Clinton) sudah gagal hadir untuk deposisi dan telah menolak selama beberapa bulan untuk memberikan kesaksian langsung, Komite tidak bisa begitu saja percaya Presiden Clinton tidak akan menolak menjawab pertanyaan pada wawancara transkrip, yang hanya akan membuat Komite kembali ke posisi semula," tegas politisi Partai Republik asal Kentucky tersebut.

Langkah Selanjutnya di DPR

Penolakan ini memastikan bahwa DPR AS akan melakukan pemungutan suara final minggu ini mengenai resolusi penghinaan terhadap Kongres. Keputusan ini diambil setelah anggota legislatif dari kedua partai sebelumnya memberikan suara pada bulan Januari untuk menahan pasangan Clinton atas penolakan mereka hadir dalam deposisi langsung.

Bill Clinton telah berulang kali membantah melakukan kesalahan terkait hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang tewas di penjara pada 2019. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaringan GUSDURian Tegas Tolak Board of Peace Gagasan Donald Trump, Desak RI Segera Mundur
• 20 jam lalusuara.com
thumb
MAN Insan Cendekia Gowa Hebat! Satu-satunya Sekolah di Indonesia Timur Masuk 30 Besar Terbaik Nasional Versi TKA
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Indonesia Juara Umum Thailand Masters 2026, Eng Hian Singgung Regenerasi PBSI
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Resep Pindang Bandeng Asam Manis, Sajian Lezat yang Bisa Dinikmati saat Imlek 2026
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Pakar UGM Sebut Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Sinkhole: Ini Seperti Mahkota Longsor
• 2 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.