40 Warga Sumut Masih Hilang Pasca-Bencana Besar November 2025, Paling Banyak dari Tapanuli Tengah

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 27 November 2025 lalu masih menyisakan duka mendalam. Hingga saat ini, sebanyak 40 orang dilaporkan masih hilang dan belum ditemukan.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang dirilis di Medan, Senin, selain puluhan korban hilang, tercatat pula ada lima warga yang mengalami luka-luka. 

Para korban ini tersebar di empat dari total 20 kabupaten dan kota yang terdampak bencana di wilayah Sumut.

Rincian sebaran korban hilang tersebut meliputi 33 orang di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat orang di Kabupaten Tapanuli Selatan, dua orang di Kabupaten Tapanuli Utara, serta satu orang di Kabupaten Humbang Hasundutan. 

Sementara itu, seluruh korban luka yang berjumlah lima orang berada di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil laporan terkini yang dihimpun oleh pihak berwenang.

"Data merupakan 'update' 2 Februari 2026 pukul 17.00 WIB," kata Sri Wahyuni dalam keterangannya.

Secara keseluruhan, Pusdalops mencatat ada 20 wilayah di Sumatera Utara yang diterjang bencana alam ini. Daerah-daerah tersebut meliputi kota-kota besar seperti Medan, Binjai, Tebingtinggi, Sibolga, dan Padangsidimpuan.

Selain wilayah perkotaan, sejumlah kabupaten juga terdampak cukup parah, di antaranya Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Pakpak Bharat, dan Humbang Hasundutan. 

Bencana juga menjangkau kepulauan dan wilayah pesisir seperti Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Asahan, Mandailing Natal, hingga Batubara.

Upaya pemantauan dan penanganan dampak bencana hingga kini masih terus dilakukan oleh instansi terkait demi memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak. (ant/dpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alasan Pria di Blora Tendang Kucing hingga Mati: Kesal Jogingnya Terganggu
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Risiko PHK Tahun Ini Diperkirakan Meluas, Rekrutmen Tenaga Kerja Baru Tertahan
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Terkait Dugaan Asusila, UIN Palopo Nonaktifkan Sementara Dosen Guru Besar demi Menjaga Kelancaran Layanan Akademik
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Tragis! Lansia di Sukoharjo yang Hidup Sebatang Kara Meninggal Usai Rumahnya Ambruk
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Eksklusif! Jordy Wehrmann Kenang Momen Manis Bermain di AFC Challenge League: Kedinginan di Mongolia hingga Dukungan Fans di Taiwan
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.