Perbaikan Jalan Berlubang Cuma Tambal Sulam

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ruas jalan strategis yang menghubungkan kawasan Cilodong, Cimanggis, Sukmajaya, dan Tapos menuju pusat Kota Depok maupun ke arah Jakarta melalui Jalan Raya Bogor, membahayakan pengguna jalan. Lubang besar, aspal terkelupas, dan genangan air yang menutup lubang jalan. 

Kerusakan yang dibiarkan ini tak lagi sekadar soal kenyamanan, melainkan telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara. 

Advertisement

BACA JUGA: Baby Walker Dipercaya Bantu Bayi Cepat Jalan, Dokter Justru Ingatkan Efek Negatifnya

Pantauan liputan6.com, kerusakan Jalan Tole Iskandar bukan hanya terjadi di satu titik. Di beberapa ruas, lubang jalan tampak saling menyambung, memaksa pengendara bermanuver ekstrem untuk menghindarinya.  

Kondisinya makin berbahaya ketika hujan turun. Genangan air menutupi lubang sehingga sulit diperkirakan kedalamannya. Kondisi yang memaksa pengendara bermanuver mendadak, memperlambat laju, atau mengambil risiko melaju di sisi jalan yang sama-sama rusak. Bagi pengendara roda dua, ini lintasan penuh kewaspadaan. 

Riky (46), seorang pengendara motor yang setiap hari melintasi Jalan Tole Iskandar, sudah lelah mengeluhkan kondisi jalan. Namun perbaikan yang dilakukan belum menyentuh akar masalah.

"Ini jalan rusak itu bekas galian pipa, pernah ditambal, tapi cuma sebentar. Apalagi musim hujan kaya gini, gampang rusak lagi. Jadi kayak tambal sulam doang,” katanya. 

"Mending kalau bahan tambal sulam nya bagus, ini keliatannya cuma ala kadarnya yang penting beres," sambungnya.

Riky melihat, lubang-lubang di Jalan Tole Iskandar seolah berpindah bentuk dan lokasi. Karena tambalan aspal yang cepat rusak dan kembali terkelupas.

Warga sekitar Jalan Tole Iskandar terbiasa mendengar suara kendaraan yang menghantam lubang. Terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Seperti diceritakan Udin (35), warga yang tinggal tak jauh dari Jalan Tole Iskandar. Menurutnya, suara motor atau mobil menghantam lubang kerap terdengar, terutama saat hujan deras. 

“Sering dengar suara hantaman motor lewat lubang, tapi ya gitu, orang cuma berhenti sebentar, terus jalan lagi,” kata Udin, warga sekitar. 

Kondisi paling berbahaya justru terjadi saat hujan deras atau malam hari, karena minimnya lampu penerangan jalan.

"Kalau hujan itu parah. Kita nggak bisa nebak lubangnya sedalam apa. Malam juga sama, lampu jalan nggak semua nyala,” ujarnya.

Jalan Tole iskandar berlubang. (Liputan6.com/Rio Ferdinand)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPK dan Swiss Perkuat Akuntabilitas Publik
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Puting Beliung Landa Tiga Desa di Pungging, Puluhan Rumah Rusak Parah
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Soroti Sampah di Bali: Pantai Kotor Bisa Bikin Turis Enggan Datang
• 20 jam lalumerahputih.com
thumb
Trump Menanggapi Pembersihan Militer Partai Komunis Tiongkok : Tiongkok Hanya Memiliki Seorang Pemimpin
• 55 menit laluerabaru.net
thumb
7 Fakta Operasi Keselamatan Jaya 2026, Jelang Ramadhan
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.