Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) selama 2025 mengalami kontraksi yang cukup dalam mencapai 22,34% jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Total ekspor Sulsel sepanjang 2025 hanya sebesar US$1,58 miliar, jauh di bawah realisasi ekspor 2024 yang saat itu mencapai US$2,04 miliar.
Hal ini terjadi karena penjualan sebagian besar kelompok komoditas unggulan lesu. Dari 10 golongan komoditas yang memberi andil terbesar ekspor, 7 di antaranya mengalami tren kinerja menurun.
Plt. Kabag Umum BPS Provinsi Sulsel Khaerul Agus merinci, 10 kelompok komoditas yang dimaksud adalah nikel; besi dan baja; biji-bijian berminyak; kakao; garam, belerang dan kapur; ikan dan udang; lak, getah dan damar; olahan makanan hewan; daging dan ikan olahan; serta kopi, teh dan rempah-rempah.
Nikel yang merupakan kontributor terbesar ekspor Sulsel terealisasi US$888,58 juta selama 2025. Angkanya naik tipis 1,63% jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Hal tersebut menjadi kabar baik setelah sampai dengan kuartal III/2025, ekspor nikel berada pada tren penurunan. Kendati demikian, nilai ekspor nikel hingga akhir tahun belum mampu mendongkrak kinerja ekspor Sulsel secara keseluruhan.
Baca Juga
- Tarif Listrik Tak Lagi Diskon, Inflasi Sulsel Januari 2026 Tembus 4,11% YoY
- Kemenkeu Ungkap Penyebab 1.036 Desa di Sulsel Belum Terima Dana Desa
- Ini 5 Sektor Usaha di Sulsel dengan Setoran Pajak Paling Tinggi
Khaerul menambahkan, kelompok komoditas lain yang berkinerja baik ada kakao yang tumbuh 9,90% atau terealisasi US$111,72 juta. Kemudian garam, belerang dan kapur yang terealisasi US$62,87 juta atau tumbuh 39,85%.
Sementara itu, 7 komoditas lainnya mengalami kinerja kontraksi. Utamanya pada kelompok besi dan baja serta kelompok biji-bijian berminyak. Dua komoditas ini memberi pengaruh besar terhadap lesunya ekspor Sulsel sepanjang 2025.
Nilai ekspor besi dan baja, sebagai kontributor terbesar kedua, tercatat sebesar US$248,99 juta selama 2025. Namun jumlahnya anjlok 42,83% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan nilai ekspor biji-bijian berminyak terealisasi US$128,46 juta, turun 15,59% jika dibandingkan capaian pada 2024.
"Komoditas lainnya pun mengalami penurunan kinerja yang cukup dalam, rata-rata di atas 50%, meskipun nilai ekspornya masih jauh dibandingkan nikel, besi, dan biji-bijian berminyak," ujar Khaerul Agus melalui konferensi pers di Makassar, Senin (2/2/2026).
Adapun ekspor Sulsel selama 2025 paling banyak mengarah ke Jepang yaitu US$925,12 juta. Disusul China US$550,45 juta, dan Taiwan US$36,84 juta. Kontribusi ketiganya mencapai sekitar 95,51% dari total ekspor Sulawesi Selatan.



