Jakarta, VIVA – Jatuh cinta kerap datang tanpa usaha, tetapi menjaga kedekatan dalam hubungan jangka panjang sering kali membutuhkan kesadaran dan kreativitas. Banyak pasangan di Indonesia mengaku merasa nyaman secara emosional, namun perlahan kehilangan spontanitas dan rasa penasaran satu sama lain seiring waktu berjalan.
Sejumlah studi di Indonesia menunjukkan, hubungan yang telah berlangsung lama rentan menghadapi fase kebosanan dan rutinitas. Keintiman yang semakin “mudah ditebak” kerap berdampak pada menurunnya hasrat serta kepuasan emosional maupun fisik, bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena terlalu terbiasa. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Fenomena ini dikenal sebagai relationship habituation, kondisi ketika pasangan merasa aman dan stabil, tetapi kehilangan unsur petualangan. Psikolog menilai situasi tersebut wajar, terutama di tengah tekanan pekerjaan, peran rumah tangga, serta minimnya ruang untuk bermain dan bereksplorasi bersama.
Cut Vellayati, Head of Marketing DKT Indonesia, menyebut banyak pasangan sebenarnya merindukan kembali percikan rasa seperti di awal hubungan.
“Pasangan itu kadang-kadang mengalami yang namanya apa ya, bosan, sudah mendekati rutinitas gitu ya karena sudah lama bersama. Tapi kan kita mau tetap selalu merasa seperti dulu-dulu ya, seperti awal-awal ada sparks-sparks gitu, atau ada sensasi, ada elemen mengejutkan,” ujarnya saat peluncuran kampanye XXXploration Can Be Fun dari Fiesta di Jakarta, Selasa 2 Februari 2026.
Menurut Cut, yang sering hilang dalam hubungan jangka panjang bukanlah rasa sayang, melainkan unsur kejutan. Karena itu, eksplorasi tidak selalu harus ekstrem atau mengubah pasangan, melainkan cukup menambahkan sentuhan kecil yang menyenangkan.
“Bukan pasangan yang diganti—tapi coba tambahkan satu aksesori atau dua aksesori saja pada hubungan suami istri, itu bisa menciptakan sesuatu yang baru,” katanya.
Ia mengibaratkan hubungan seperti gaya berpakaian sehari-hari. Meski orang yang sama, detail kecil bisa memberi rasa berbeda. Dalam konteks keintiman, elemen sensori seperti suasana, aroma, atau variasi kecil dapat membantu pasangan kembali terhubung dengan cara yang ringan dan menyenangkan.
Soal eksplorasi, Cut menekankan pentingnya menyesuaikan dengan karakter dan kenyamanan pasangan. Tidak semua orang siap mencoba hal yang sama.



