JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara hingga Senin (2/2/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan korban jiwa akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut bertambah.
"Dalam perkembangan terkini, terdapat penambahan korban meninggal dunia, sehingga total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.204 jiwa, sementara itu korban hilang sebanyak 140 jiwa, sedangkan untuk jumlah pengungsi sebanyak 105.842 jiwa," katanya.
Baca Juga: Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah: SUTET Direlokasi, Listrik Dipadamkan Sementara
Selain itu, Muhari juga menjelaskan upaya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan, serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan.
“Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan total bantuan logistik yang tersalurkan untuk masyarakat terdampak mencapai 1.767,07 ton. Jumlah tersebut diketahui berdasarkan laporan distribusi logistik yang berhasil dihimpun sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026.
"Distribusi tersebut dilakukan melalui berbagai moda transportasi, yakni 56 sorti pesawat charter BNPB, 68 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, serta 7 kapal laut,” kata dia.
“Sementara itu, distribusi harian yang dilakukan pada 1 Februari 2026 di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tidak melakukan distribusi logistik."
Muhari menuturkan, pihaknya bersama pemerintah daerah menargetkan pembangunan hunian sementara bisa rampung sebelum bulan Ramadan.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- update bencana sumatera
- korban bencana sumatera
- penanganan bencana



