Prabowo Subianto Presiden, siang hari ini, Selasa (3/2/2026), terjadwal melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh pimpinan organisasi Islam dan pimpinan pondok pesantren, di Istana Merdeka, Jakarta.
Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) mengatakan, ada sekitar 40 sampai 50 tokoh Islam dari berbagai organiasi yang diundang.
Antara lain, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Syarekat Islam, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dalam keterangannya, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Teddy menyebut, Presiden dan para tokoh Islam akan berdiskusi tentang pencapaian program-program strategis Pemerintah.
Kemudian, mengenai kondisi dalam negeri dan juga luar negeri, termasuk upaya mewujudkan perdamaian di Gaza serta memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Siang hari ini Bapak Presiden akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, dan pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah. Tentunya nanti Presiden dan para tokoh Islam akan berdiskusi tentang pencapaian program-program strategis Pemerintah, kondisi dalam negeri dan juga luar negeri mungkin selama tiga sampai empat jam,” ujar Seskab.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia meminta Pemerintah Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.
Alasannya, dewan yang dibentuk Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) itu tidak berpihak kepada Palestina.
Muhammad Cholil Nafis Wakil Ketua Umum MUI menilai, Board of Peace tidak wajar karena di situ ada Perdana Menteri Israel sebagai anggota. Tapi, tidak ada perwakilan Palestina.
Pimpinan MUI itu menganggap Dewan Perdamaian sebagai bentuk neo-kolonialisme lantaran mengusung konsep perdamaian semu yang tidak berbasis keadilan, tidak mengakui Palestina sebagai bangsa terjajah, serta berpotensi menormalisasi pendudukan Israel dengan bungkus perdamaian.
Kemudian, MUI juga keberatan dengan adanya kewajiban membayar iuran keanggotaan 1 Miliar Dollar AS atau sekitar Rp17 trilun.(rid/lta/ham)


