IHSG Melesat 1,6 Persen, OJK Yakin Investor Mulai Percaya Rencana Pasar Modal RI

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,62 persen pada perdagangan siang ini, Selasa (3/2) kembali menguat ke level 8.051, pada pukul 11.39 WIB.

Anggota Dewan Komisioner sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menilai penguatan IHSG mencerminkan mulai kembalinya kepercayaan investor.

"Alhamdulillah hari ini mudah-mudahan berlanjut ya. Kita melihat sejauh ini sih tadi indeks masih hijau," ujar Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/2).

Kata Hasan, penguatan IHSG diharapkan jadi sinyal positif bagi pasar dalam merespons agenda reformasi yang sedang disiapkan regulator.

"Nah ini mudah-mudahan menunjukkan mulai lebih terkonfirmasi lagi kepercayaan dan kepastian di para investor kita terkait dengan rencana besar kita untuk mendorong dan mengedepankan reformasi integritas ini," katanya.

Hasan juga menyoroti penguatan yang terjadi secara merata di seluruh sektor pasar saham. "Sekarang sudah di 1,5 persen dan merata. Semua indeks sektoral, semua indeks utama IDX30, LQ45 itu semuanya juga hijau. Artinya mengalami kenaikan yang merata," ujarnya.

Dari sisi aktivitas perdagangan, berdasarkan data RTI, volume transaksi tercatat mencapai 35,93 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,63 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,85 juta kali transaksi. Sebanyak 584 saham menguat, 160 saham melemah, dan 72 saham stagnan.

Sebelumnya, OJK telah menyiapkan delapan rencana aksi reformasi pasar modal sebagai respons atas merosotnya IHSG yang dipicu oleh kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada pekan lalu.

Pertama, OJK akan mendorong peningkatan likuiditas melalui kebijakan baru free float. Batas minimum kepemilikan publik emiten dinaikkan menjadi 15 persen agar sejalan dengan praktik di global dan masa transisi bagi perusahaan yang sudah tercatat di bursa.

Kedua, OJK juga memperkuat transparansi lewat kewajiban keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership (UBO). Langkah ini ditujukan untuk memperjelas pemilik manfaat akhir dan afiliasi pemegang saham guna meningkatkan kepercayaan investor.

Ketiga, kualitas data kepemilikan saham ditingkatkan agar lebih rinci dan andal. OJK menilai pendetailan tipe investor serta penguatan kewajiban keterbukaan informasi dinilai penting untuk menciptakan pasar yang kredibel.

Keempat, OJK juga memperkuat tata kelola melalui persiapan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan ini diarahkan untuk meminimalkan potensi benturan kepentingan dan memperkuat struktur governance pasar modal.

Kelima, OJK juga akan melakukan penegakan aturan dan pemberian sanksi lebih tegas dan berkelanjutan, khususnya terhadap praktik manipulasi transaksi saham dan penyebaran informasi menyesatkan.

Keenam, tata kelola emiten juga diperkuat oleh OJK dengan kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit, serta peningkatan kualitas laporan keuangan oleh akuntan publik bersertifikasi.

OJK juga bakal melakukan pendalaman pasar secara terintegrasi dari sisi permintaan, penawaran, hingga infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing pasar modal nasional.

Terakhir, OJK bakal memperkuat kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan mulai dari regulator, pemerintah, SRO, hingga pelaku industri untuk memastikan reformasi pasar modal berjalan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Susunan Pemain Tim Putra Indonesia vs Myanmar di Kejuaraan Asia Beregu 2026: Anthony Ginting Turun
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Minta Pemda Tertibkan Baliho dan Spanduk
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,23 Persen
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Terima Suap, Mantan Menteri Kehakiman China Dibui Seumur Hidup
• 4 jam laludetik.com
thumb
Seskab Teddy soal Gerakan ASRI: Mulai Kepala Daerah-BUMN Kasih Contoh
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.