Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,23 Persen

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews-Jakarta

Akselerasi belanja pemerintah dan penguatan investasi menjadi motor utama penggerak pertumbuhan domestik di penghujung tahun 2025.

Perekonomian Indonesia menunjukkan ketangguhan yang signifikan menjelang penutupan tahun 2025. 

Berdasarkan proyeksi terbaru, produk domestik bruto (PDB) nasional diperkirakan akan mencatatkan performa paling solid dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh efektivitas kebijakan fiskal dan kebangkitan sektor investasi.

Office of the Chief Economist Bank Mandiri memprediksi ekonomi kuartal IV-2025 akan tumbuh sebesar 5,23 persen secara tahunan (year-on-year). 

Jika angka ini terealisasi, maka pertumbuhan tersebut akan menjadi pencapaian tertinggi sejak periode pemulihan pascapandemi pada kuartal III-2022.

Dominasi Belanja Pemerintah

Peningkatan signifikan pada belanja negara menjadi katalisator utama dalam akselerasi ekonomi kali ini. 

Data internal menunjukkan pengeluaran pemerintah melonjak hingga 8,0 persen pada kuartal terakhir, melampaui capaian kuartal sebelumnya yang tertahan di angka 5,5 persen.

Langkah strategis pemerintah terlihat dari alokasi belanja modal yang melambung 44,2 persen untuk percepatan infrastruktur, serta peningkatan belanja pegawai sebesar 40,0 persen. 

Selain itu, intervensi sosial berupa bantuan langsung dan penanganan bencana di wilayah Sumatra turut mengamankan daya beli masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 diperkirakan menguat signifikan, terutama ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah dan perbaikan aktivitas investasi,” ujar Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri, dalam laporan risetnya Selasa 3 Februari 2026.

Andry menambahkan bahwa paket stimulus fiskal senilai Rp37,4 triliun yang digulirkan pemerintah mencakup program magang hingga insentif sektor pariwisata telah berhasil menjaga momentum konsumsi rumah tangga di tengah dinamika global.

Kebangkitan Investasi dan Konsumsi

Sektor swasta juga memberikan kontribusi positif melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,3 persen. Indikator ini diperkuat oleh lonjakan impor barang modal sebesar 22,9 persen, yang menandakan peningkatan aktivitas pada sektor-sektor produktif.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan stabil di level 5,0 persen. 

Peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas ritel selama musim libur akhir tahun memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang nyata terhadap ekonomi domestik.

"Meskipun kinerja sektor eksternal cenderung melambat, peningkatan impor mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan aktivitas ekonomi di dalam negeri," jelas Andry.

Proyeksi Tahunan dan Resiliensi

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai 5,07 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 5,03 persen, menegaskan tren pertumbuhan positif yang berkelanjutan.

Meski ekspor mengalami moderasi akibat perlambatan permintaan global, fundamental ekonomi dalam negeri dianggap cukup kuat untuk meredam risiko eksternal. 

Perhatian pasar kini tertuju pada Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan merilis data resmi PDB pada 5 Februari 2026 mendatang.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Angin Kencang Terjang Bulukumba: Mobil Tertimpa Atap Seng dan Pohon Tumbang Timpa Pemotor
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Bunga Bangkai Raksasa Ditemukan Mekar di Salareh Aia, Sumbar
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
CEO Danantara: Hilirisasi Peternakan di 5 Lokasi Mulai 6 Februari 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kreator Konten Live di Pinggir Jalan Dekat Tol Andara Depok, Ditertibkan Polisi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
PPATK: Kalau Bukan karena Ketegasan Prabowo, Kami Tak Bisa Turunkan Judol
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.