tvOnenews.com - Bisakah Manchester United menjuarai Liga Inggris musim ini? Pertanyaan itu terdengar nyaris mustahil jika diajukan sebulan lalu.
Namun, tiga kemenangan beruntun di awal era Michael Carrick sebagai manajer interim telah mengubah cara pandang banyak orang.
Setan Merah bukan hanya menang, tetapi melakukannya dengan cara yang sarat karakter, keberanian, dan ketenangan di momen-momen krusial.
Debut Carrick menghadirkan sensasi yang jarang dirasakan penggemar MU dalam beberapa tahun terakhir.
Menumbangkan Manchester City, Arsenal, lalu Fulham secara beruntun bukan sekadar soal sembilan poin. Ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar: apakah Carrick hanya membawa efek kejut sesaat, atau justru sedang memulai bab baru yang bisa mengubah sejarah Manchester United?
Manchester United kembali melanjutkan tren positif saat menekuk Fulham 3-2 di Old Trafford, Minggu (1/2/2026).
Kemenangan ini menjadi yang ketiga berturut-turut sejak Carrick mengambil alih kursi manajer interim.
Sebelumnya, MU secara meyakinkan menaklukkan dua rival langsung dalam perebutan papan atas, Manchester City dan Arsenal, sebuah rangkaian hasil yang dua pekan lalu hampir tak terbayangkan.
Efek Carrick dan Kebangkitan yang Tak Terduga
Kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium menjadi titik balik penting. Itu merupakan kekalahan kandang pertama The Gunners musim ini, sekaligus membuka persaingan di papan atas.
- instagram manutd
Manchester City dan Aston Villa pun memangkas jarak ke puncak klasemen menjadi empat poin.
Laga melawan Fulham kemudian menegaskan mental baru MU. Meski sempat menyia-nyiakan keunggulan dua gol, Setan Merah bangkit dan memastikan kemenangan lewat gol penentu Benjamin Sesko di menit-menit akhir.
Hasil ini membawa United ke posisi keempat klasemen, hanya tertinggal lima poin dari Aston Villa di peringkat ketiga dan enam poin dari Manchester City di posisi kedua.
Jarak dengan Arsenal di puncak memang masih 12 poin, tetapi dinamika persaingan mulai terasa berbeda. Situasi ini memunculkan diskusi luas: apakah MU pantas disebut penantang gelar?
Penantang Gelar atau Sekadar Ilusi?




