Chief of Excecutive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan 6 proyek hilirisasi yang dikaji Danantara akan dimulai alias groundbreaking pada 6 Februari 2026 mendatang.
Seharusnya groundbreaking 6 proyek itu dilakukan pada Januari, tapi diundur jadi Februari 2026. Proyek tersebut termasuk dalam daftar 18 proyek hilirisasi yang studi kelayakannya (feasibility study/FS) dilakukan Danantara.
"Enam proyek hilirisasi akan melakukan groundbreaking pada tanggal 6 Februari," ungkap Rosan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (3/2).
Enam proyek tersebut meliputi proyek hilirisasi peternakan unggas di 5 lokasi, kemudian hilirisasi bauksit berupa smelter alumina dan smelter aluminium di Kalimantan Barat, pabrik bioavtur di Cilacap Jawa Tengah, pabrik bioetanol di Banyuwangi Jawa Timur, dan proyek hilirisasi kelapa di Morowali Sulawesi Tengah.
"(Investornya) Danantara juga. Iya (sekaligus proyek hilirisasi peternakan)," jelas Rosan.
Saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR, Rosan membeberkan bahwa hilirisasi bauksit merupakan salah satu proyek yang sudah mencapai financial closing, yaitu senilai USD 3 miliar.
"Financial closing sudah berjalan terus dan salah satunya juga adalah mengenai KPI atau output yang memang kami selalu kawal ke depannya agar apa yang sudah kita canangkan ini bisa berjalan dengan baik," katanya.
Di sisi lain, Rosan menjelaskan pemerintah juga sudah memetakan proyek hilirisasi yang dapat digarap oleh investor asing maupun dalam negeri. Sebanyak 85 dokumen pra-FS dari proyek hilirisasi tersebut siap ditawarkan kepada investor.
Rosan menilai persiapan proyek-proyek hilirisasi tersebut perlu disinkronisasi dengan kebijakan dan ketersediaan anggaran di kementerian dan lembaga lainnya.
"Kami sudah petakan, nanti kami bisa berikan secara detail memang finansial closing itu sudah cukup banyak, tapi nanti detailnya akan kami berikan," tuturnya.
2 Jenis Proyek Hilirisasi PeternakanSementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan proyek peternakan tersebut terdiri dari dua jenis, yakni pabrik pakan dan peternakan Day Old Chick (DOC) alias anak ayam.
Proyek tersebut bertujuan untuk menyuplai telur dan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianjurkan menyerap bahan baku dari petani. Nilai investasinya mencapai Rp 20 triliun,
"Kita disiapkan anggaran Rp 20 triliun membangun pabrik pakan ini perintah Bapak Presiden, pabrik pakan kemudian DOC anak ayam, ini dijual ke peternak dengan harga standar pemerintah kemudian telur ayam disalurkan ke MBG, inssyaallah mudah-mudahan bulan ini sudah groundbreaking," ungkapnya saat rapat dengan Komisi IV DPR.
Saat ditemui usai rapat, Amran tidak menjelaskan dengan rinci jumlah maupun lokasi proyek peternakan tersebut. Dia hanya menyebutkan proyek ini akan dibangun di dekat sentra produsen jagung, yang merupakan bahan pakan ayam.
"Ya, doakan lah, makin cepat makin bagus. Yang jelas di wilayah-wilayah yang membutuhkan yang pakan bahan baku tersedia. Ya, di wilayah Indonesia lah nanti kita tentukan. Rencana itu di daerah-daerah sentra produksi jagung," tegas Amran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebutkan sebanyak 6-11 proyek hilirisasi yang dikaji Danantara akan dimulai dalam waktu dekat. Total investasinya USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun.
Prabowo mengatakan, meskipun proyek hilirisasi membutuhkan uang, dia optimistis Indonesia dapat mencapai tujuan hilirisasi dengan pengelolaan yang baik.
"Kita juga dalam waktu beberapa minggu ini, kita akan mulai, kita harapkan minimal 6 proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11. Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar," ungkapnya saat Peresmian RDMP Balikpapan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490802/original/098897900_1770025784-3.jpg)
