Liputan6.com, Jakarta - Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima RI ini berduka cita atas kepergian Istri Hoegeng, Meriyati Hoegeng Roeslani, yang meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026).
"Saya menyatakan duka cita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri," kata dia dalam keterangan yang diterima, Selasa (3/2/2026).
Advertisement
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) ini merasa kehilangan lantaran sangat dekat dengan sosok Meriyati Hoegeng.
"Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Keduanya sama-sama hangat dan punya jiwa seni yang tinggi serta punya grup band Hawaian Senior," ungkap Megawati.
Sebelumnya, Setahun sebelum berpulang, Meriyati Hoegeng sempat menerima kunjungan dari Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-100 Senin 23 Juni 2025 yang digelar di kediaman keluarga Jenderal Hoegeng di kawasan Depok, Jawa Barat.
Saat itu, sosok yang akrab disapa Eyang Meri memberikan potongan pertama kue ulang tahunnya kepada Megawati. Momen itu bermula ketika sang cucu, Krisnadi Ramajaya Hoegeng, menanyakan kepada siapa potongan kue tersebut akan diberikan.
Tanpa ragu, Eyang Meri menyebut nama Megawati. Mendengar namanya dipanggil, putri Presiden RI pertama itu segera berdiri dan menghampiri, lalu mengambil tempat di sampingnya.
Setelah menerima potongan kue tersebut, Megawati membalas dengan menyuapkan sepotong kue kepada Eyang Meri, menghadirkan suasana hangat dalam perayaan satu abad usianya.
Tak berhenti pada potongan kue, Eyang Meri juga memberikan potongan tumpeng pertamanya kepada Megawati. Tamu dan pihak keluarga yang hadir bertepuk tangan sembari melembar senyum kepada keduanya.

