Setelah Penangkapan Zhang Youxia, PKT Kembali Menyebutkan “Persiapan Perang,” Menarik Perhatian Trump

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Surat kabar militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 2 Februari 2026 kembali menerbitkan artikel komentar yang mengecam Zhang Youxia sebagai “penghalang dan batu sandungan”, sekaligus menegaskan perlunya memperkuat latihan dan kesiapan tempur secara menyeluruh dengan tujuan “siap berperang kapan saja”. Pernyataan ini membuat situasi Selat Taiwan kembali menjadi sorotan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa ia mengawasi dengan sangat cermat perkembangan kasus Zhang Youxia dan isu Taiwan.

EtIndonesia. Setelah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT Zhang Youxia dan Kepala Staf Departemen Staf Gabungan Komisi Militer Pusat, Liu Zhenli, secara resmi diumumkan “jatuh” pada 24 Januari, surat kabar militer PKT telah tiga hari berturut-turut menerbitkan artikel komentar terkait kasus tersebut.

Artikel komentar tanggal 2 Februari menyatakan:  “Penindakan tegas terhadap unsur-unsur korup seperti Zhang Youxia dan Liu Zhenli bertujuan menyingkirkan penghalang dan batu sandungan yang menghambat perkembangan perjuangan.”

Artikel itu juga menegaskan bahwa tahun ini merupakan tahun krusial untuk mencapai target perjuangan 100 tahun pendirian militer, sehingga diperlukan penguatan menyeluruh latihan dan kesiapan tempur, dengan kesiapan “berperang kapan saja”.

Seorang sumber internal militer bermarga Shen pada 29 Januari mengatakan kepada The Epoch Times bahwa konflik antara Zhang Youxia dan Xi Jinping bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil akumulasi ketegangan jangka panjang.

Menurut Shen, inti konflik antara Zhang dan Xi sebenarnya berfokus pada isu Taiwan. Zhang Youxia dan sebagian besar jenderal senior menentang penggunaan kekuatan militer untuk menyerang Taiwan, karena menilai hal itu akan menyebabkan korban jiwa dan kerugian peralatan yang sangat besar, bahkan berpotensi “menghabiskan satu cabang militer secara keseluruhan”. Namun, Xi Jinping disebut ingin menyerang Taiwan.

Setelah Zhang Youxia dan Liu Zhenli disingkirkan, stabilitas politik internal PKT dan situasi Selat Taiwan menjadi perhatian dunia internasional.

Presiden AS Donald Trump pada 31 Januari mengatakan kepada media di atas Air Force One bahwa ia akan mengawasi perkembangan ini dengan saksama.

Trump menyatakan:  “Bagi saya, di Tiongkok hanya ada satu ‘bos’, yaitu Ketua Xi. Orang yang saya hadapi adalah dia.”

Ketika ditanya apakah ia khawatir terhadap stabilitas Tiongkok atau isu Taiwan akibat kasus Zhang Youxia, Trump menjawab:  “Saya pikir Ketua Xi adalah ‘bos’. Saya mengawasi hal ini dengan sangat dekat.”

Setelah penangkapan Zhang Youxia, muncul banyak kejanggalan. Selain surat kabar militer PKT yang terus menyebut nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli, media corong PKT lainnya secara kolektif bungkam mengenai kasus ini. Berbagai lembaga di bawah Komisi Militer Pusat, komando wilayah, dan matra-matra militer juga tidak memberikan pernyataan publik.

Pengamat politik Yuan Bin dalam tulisannya di The Epoch Times menilai situasi ini sangat tidak normal. Ia mengingatkan bahwa ketika Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Guo Boxiong dan Xu Caihou jatuh, surat kabar militer PKT juga menerbitkan editorial. Bahkan, dalam beberapa hari saja muncul laporan padat mengenai dukungan tegas dari seluruh wilayah militer, matra, markas besar, hingga prajurit tingkat akar rumput terhadap penindakan tersebut.

Yuan Bin menyatakan, hal ini menunjukkan bahwa dalam kasus Guo Boxiong dan Xu Caihou, militer PKT dari atas hingga bawah memang menjaga “keseragaman tingkat tinggi” dengan Xi Jinping.

Sebaliknya, dalam kasus penangkapan Zhang Youxia kali ini, meskipun Beijing berulang kali melalui surat kabar militer menyerukan agar seluruh militer menyatakan loyalitas kepada Xi Jinping, hingga kini tidak terlihat satu pun laporan atau pernyataan loyalitas di media militer PKT. 

Hal ini dianggap semakin menguatkan kebenaran rumor di dunia maya—bahwa secara luas terdapat ketidakpuasan di tubuh militer PKT terhadap penangkapan Zhang, berbagai perintah Komisi Militer Pusat mendapat perlawanan pasif, perintah militer tidak berjalan efektif, dan kondisi operasional militer PKT menunjukkan kejanggalan langka.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Investasi Darah, BRI hingga Kementerian UMKM Jalin Kolaborasi
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Banjir Karawang Tak Kunjung Surut, Saan Mustopa Desak Pemda Lakukan Penanganan Darurat
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendikdasmen Resmikan Sekolah Hasil Revitalisasi di Aceh
• 7 jam laludetik.com
thumb
Polda Metro Jaya: Bahar Smith Diduga Ikut Pukul Anggota Banser
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Semprot Kapolri: Menantang Presiden dan Rusak Institusi Polri!
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.