Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera mengambil langkah darurat terkait banjir yang merendam Desa Karang Ligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Desakan ini muncul lantaran banjir di wilayah tersebut tak kunjung surut meski sudah berlangsung selama 15 hari.
Saan mengungkapkan, meskipun proyek pembangunan pengendali banjir permanen sedang berjalan, masyarakat tidak bisa diminta menunggu hingga proyek tersebut rampung.
"Proses pembangunan pengendali banjir memang sedang berjalan dan diperkirakan selesai Agustus. Tapi dalam penanganannya, tidak bisa menunggu selesai. Sudah belasan hari air belum surut juga, ini harus ada penanganan yang sifatnya emergensi agar air bisa segera surut," tegas Saan.
Baca juga:
3.368 Warga Karawang Mengungsi Akibat Tanggul Sungai Jebol
Masalah Drainase dan Normalisasi
Menurut politisi Partai NasDem ini, penyebab utama air tak kunjung surut adalah tidak adanya saluran pembuangan yang memadai, sehingga air terjebak menggenangi permukiman. Sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu proyek besar rampung, Saan menyarankan normalisasi saluran irigasi di sekitar lokasi.
"Di tempat lain sudah mulai surut, tinggal Karang Ligar saja. Problemnya air menggenang dan tidak tahu harus dibuang ke mana. Maka, irigasi di depan itu harus dinormalisasi dulu sebagai langkah cepat," jelasnya.
Saan juga menyoroti aspek kemanusiaan dari bencana tahunan yang disebutnya sudah berlangsung lebih dari 20 tahun ini. Ia meminta pemerintah memastikan ketersediaan posko kesehatan dan logistik yang memadai bagi para pengungsi yang mulai terserang penyakit.
"Kasihan masyarakat, bukan hanya mengungsi, tapi aset mereka pasti hilang semua. Posko-posko kesehatan harus disiapkan untuk mengantisipasi berbagai penyakit yang menimpa warga," ucap Saan.



