JAKARTA, KOMPAS.TV - Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan pemutakhiran terbaru kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) pada Dasarian III Januari 2026, Selasa (3/2/2026).
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa IOD saat ini berada pada fase netral, namun potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia masih tetap perlu diwaspadai.
BMKG menjelaskan, nilai indeks IOD pada Dasarian III Januari 2026 tercatat sekitar +0,45, yang secara klimatologis dikategorikan sebagai netral.
Baca Juga: BMKG Update Kondisi ENSO 2026: La Nina Lemah Masih Bertahan, Curah Hujan Berpotensi Meningkat
Kondisi ini menandakan perbedaan suhu muka laut antara Samudra Hindia bagian barat dan timur tidak cukup signifikan untuk memicu fase IOD positif maupun negatif secara dominan.
Meski demikian, BMKG menegaskan fase IOD netral tidak serta-merta menurunkan potensi hujan.
Dinamika atmosfer lain yang masih aktif berperan besar dalam menjaga suplai uap air ke wilayah Indonesia, terutama di bagian barat dan selatan.
IOD Netral, Tetapi Hujan Masih Berpotensi TinggiBMKG mencatat, meskipun IOD berada pada fase netral, aliran massa udara lembap dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat masih berlangsung.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi, terutama pada wilayah pesisir barat Sumatra dan sebagian Pulau Jawa.
Beberapa wilayah yang berpeluang mengalami peningkatan curah hujan meliputi:
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- kondisi IOD 2026
- IOD terkini
- curah hujan tinggi
- iklim Indonesia
- cuaca ekstrem


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492035/original/016332500_1770115888-Screenshot_20260203_170339_Gallery.jpg)

