Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
KKP Proyeksikan Produksi 3,57 Juta Ton Guna Menjaga Stabilitas Harga Ramadan
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan kesiapannya dalam menjaga ketahanan pangan sektor perikanan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Fokus utama otoritas saat ini adalah memastikan distribusi protein hewani tetap lancar dengan harga yang tetap kompetitif di pasar domestik.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa ketersediaan stok ikan secara nasional saat ini berada dalam posisi stabil. Komitmen ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi konsumen di tengah potensi kenaikan permintaan bahan pokok menjelang hari raya.
"KKP berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kebutuhan protein hewani masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik dan dengan harga yang terjangkau," ujar Trenggono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa 3 Fabruari 2026.
Proyeksi Produksi dan Pasokan
Berdasarkan tinjauan data strategis, KKP memproyeksikan total produksi ikan nasional pada kuartal pertama tahun ini mencapai 3,57 juta ton. Angka ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam meredam fluktuasi harga di tingkat pedagang maupun konsumen.
Secara terperinci, pasokan tersebut bersumber dari dua lini utama:
• Sektor Budidaya : Menyumbang porsi terbesar yakni 2,05 juta ton melalui optimalisasi siklus panen.
• Sektor Perikanan Tangkap : Diprediksi menghasilkan 1,52 juta ton, dengan tetap mempertimbangkan variabel cuaca dan musim melaut para nelayan.
Strategi Mitigasi Distribusi
Selain mengandalkan produksi harian, kementerian juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kelangkaan di wilayah tertentu. Pemantauan intensif dilakukan di delapan kota besar yang menjadi pusat konsumsi tertinggi di Indonesia.
Trenggono menjelaskan bahwa pihaknya telah mensiagakan stok cadangan yang tersimpan di gudang-gudang beku (cold storage). Langkah ini diambil sebagai bantalan jika terjadi gangguan distribusi atau penurunan produktivitas tangkapan akibat anomali cuaca.
"Kami memastikan distribusi antar wilayah tetap berjalan lancar untuk menjaga keseimbangan pasokan di tingkat konsumen," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





