GenPI.co - Presiden Prabowo Subianto membuka opsi keluar dari Dewan Perdamaian Gaza, jika organisasi yang dibentuk Donald Trump itu, tidak mewujudkan Palestina merdeka.
Wakil Ketua MUI KH Cholil Nafis mengatakan Prabowo menyampaikan pernyataan itu, saat pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
“Kalau tidak bisa melakukan perubahan, Beliau (Prabowo) siap keluar dari Dewan Perdamaian,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (4/2).
Prabowo dalam pertemuan dengan perwakilan ormas dan tokoh muslim itu menjelaskan alasan bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Cholil berharap, jangan sampai pasukan perdamaian Indonesia di Gaza, melawan rakyat Palestina yang berjuang untuk merdeka.
“Kami tak ingin sekadar damai semu, mereka (rakyat Palestina) terjajah. Kami ingin mereka damai dan merdeka,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono membenarkan sikap Prabowo Subianto soal opsi keluar dari Dewan Perdamaian.
Dia mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi penekanan Indonesia, yakni situasi damai di Gaza, dan Palestina.
Kemudian, kemerdekaan dan kedaulatan bagi Palestina. Kalau memang organisasi itu tak mewujudkannya, maka Indonesia mengambil opsi keluar.
“Kata Pak Presiden, kalau kebijakan (Dewan Perdamaian) ada yang tidak sesuai, maka kami akan abstain dan absen,” ucapnya. (ant)
Lihat video seru ini:


