Bank Sentral Australia (RBA) pada Selasa (3/2/2026) menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
IDXChannel - Bank Sentral Australia (RBA) pada Selasa (3/2/2026) menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun sebagai respons terhadap lonjakan inflasi.
Dilansir dari Xinhua, Dewan Kebijakan Moneter RBA dengan suara bulat memutuskan pada pertemuan pertamanya di 2026 untuk menaikkan target suku bunga acuan dari 3,60 persen menjadi 3,85 persen.
Ini merupakan kenaikan pertama sejak November 2023. Sebelumnya, bank sentral memangkas suku bunga sebanyak tiga kali masing-masing sebesar 0,25 poin di 2025.
Dewan Kebijakan Moneter mengatakan bahwa inflasi telah turun secara substansial sejak puncaknya pada 2022, tetapi kemudian meningkat secara signifikan pada paruh kedua 2025.
Menurut data resmi terbaru dari Biro Statistik Australia (ABS), indeks harga konsumen (CPI) naik sebesar 3,8 persen dalam 12 bulan hingga Desember 2025, naik dari 3,4 persen pada November.
Rata-rata inflasi yang disesuaikan (trimmed mean), ukuran inflasi inti yang lebih disukai oleh RBA, naik 3,3 persen dalam setahun hingga Desember, naik dari 3,2 persen dalam setahun hingga November.
Dewan Kebijakan Moneter mengatakan bahwa mereka sekarang menganggap inflasi kemungkinan akan tetap di atas kisaran target 2-3 persen untuk beberapa waktu. (Wahyu Dwi Anggoro)




