Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menyampaikan hasil pertemuan MUI dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
Menurutnya salah satu yang dibahas ialah peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP).
Menurut Cholil, Prabowo siap siap keluar dari BoP jika dinilai sudah tak sejalan lagi dengan tujuan awal dibentuknya.
"Kata Pak Presiden ketika itu kebijakan kemudian langkah yang tidak sesuai kami akan abstain dan absen, kemudian ketika memang itu tidak cocok dan tidak bisa melakukan apa-apa, beliau siap keluar dari BoP itu," ujar Cholil.
Cholil menyampaikan dalam pertemuan itu ia berpesan ke Prabowo agar Indonesia berperan aktif. Ia menyatakan agar keterlibatan Indonesia justru jangan sekadar melegitimasi penjajahan di Palestina.
Pada saat yang sama, Cholil juga menyampaikan bahwa ia sempat menyampaikan keraguannya atas langkah Indonesia ini.
"Kita tidak mengambil kesepakatan, kita kan diskusi saja. Lalu Presiden menjelaskan kenapa masuk ke dalam karena mau mempengaruhi dari dalam dan kita memberikan respons," ucap dia.
Pertama, ia mengaku skeptis karena PM Israel Benjamin Netanyahu yang bersikukuh tak mengakui Palestina sebagai negara. Kedua, militer Israel yang masih menggencarkan serangan ke wilayah Palestina.
Karenanya, ia berpesan kepada Prabowo agar Indonesia mengambil langkah konkret dalam hal ini.
"Kita ingin pasukan perdamaian kita jangan menjadi pasukan yang melawan Hamas, melawan terhadap perlawanan rakyat Palestina untuk merdeka," pungkasnya.



