Pemenuhan Hak Anak dalam Situasi Bencana Jadi Prioritas Utama Pemerintah

wartaekonomi.co.id
1 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pemenuhan hak anak dalam situasi bencana menjadi prioritas utama pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA saat mendampingi  Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Gibran Rakabuming Raka, dalam peninjauan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Purbaya Optimis Penerimaan Pajak ke Depan Akan Membaik

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor berjalan optimal, sekaligus mengedepankan pemenuhan hak anak.

"Negara hadir untuk memastikan setiap anak tetap mendapatkan perlindungan, layanan psikososial, akses pendidikan, serta lingkungan yang aman dan ramah anak, agar proses pemulihan dapat berjalan secara optimal," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Selasa (3/2).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wapres RI bersama Menteri PPPA meninjau Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Karang Baru yang terdampak banjir bandang pada November lalu. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan sarana pendidikan, serta kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan secara optimal.

Wapres RI menegaskan negara hadir untuk memastikan hak anak dalam memperoleh pendidikan tetap terpenuhi, sekaligus mendorong percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan pascabencana.

Selain mengunjungi SMP Negeri 1 Karang Baru, Wapres RI dan Menteri PPPA juga meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang serta Posko Pengungsian di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru untuk memastikan para pengungsi memperoleh penanganan yang optimal serta terpenuhi seluruh kebutuhan dasar selama masa pengungsian.

Menteri PPPA pun menekankan pentingnya membangun sistem pemulihan psikososial korban bencana yang berperspektif gender.

“Perlu dilakukan pendampingan psikososial atau dukungan emosional dan psikologis bagi korban, khususnya anak dan kelompok rentan. Pemulihan psikososial yang responsif gender sangat penting untuk memastikan perempuan dan anak sebagai kelompok rentan mendapatkan perlindungan, dukungan emosional, dan akses layanan yang aman pascabencana,” tutur Menteri PPPA.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Platform Perdagangan Emas Shuibei Shenzhen Kolaps, Video Para Korban dari Seluruh Penjuru Tiongkok Membludak Menuntut Hak Mereka
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Saif al-Islam Putra Muamar Gaddafi Mantan Diktator Libya Tewas Dibunuh
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polisi Tunda Pemeriksaan Richard Lee, Tunggu Putusan Praperadilan
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Pemerintah Matangkan Program MBG Khusus Lansia 75 Tahun
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
13 Tahun Jadi Hakim MK, Arief Hidayat Pensiun
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.