Indonesia dan Belanda Perluas Kerja Sama Pembersihan Sungai dengan Teknologi Interceptor

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indonesia dan Belanda resmi memperluas kerja sama dalam proyek pembersihan sungai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dan organisasi nirlaba asal Belanda, The Ocean Cleanup, di Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026.

Fokus Kerja Sama: Teknologi Interceptor untuk Sungai Bersih

MoU ini bertujuan untuk memperluas penggunaan kapal interceptor, teknologi penangkap sampah plastik, dalam rangka membersihkan sungai-sungai di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti, menyebut kerja sama ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada tahun 2019.

"Tujuan MoU ini adalah mengumpulkan, memproses, dan mendaur ulang sampah plastik, sehingga bisa menjadi bagian dari ekonomi sirkular," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sungai memiliki peran penting dalam ketahanan pangan nasional karena air sungai yang bersih dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Saat ini, The Ocean Cleanup telah mengoperasikan dua unit interceptor di Indonesia, yaitu di Sungai Cengkareng Drain, Jakarta dan Sungai Cisadane, Tangerang, Banten.

Pemerintah bersama The Ocean Cleanup tengah merencanakan ekspansi ke sekitar 10 sungai tambahan yang saat ini sedang dalam tahap asesmen, dengan calon lokasi berada di Jawa, Bali, dan Manado.

Target 2029 dan Dampak Positif pada Pariwisata

Nani Hendiarti juga menjelaskan bahwa selain mendukung sektor pangan, kerja sama ini berkontribusi langsung terhadap sektor pariwisata melalui pembersihan sungai di berbagai destinasi wisata unggulan.

Seluruh fasilitas interceptor baru ditargetkan dapat beroperasi sebelum tahun 2029, melalui sinergi lintas kementerian dan dukungan dari pemerintah daerah.

CEO The Ocean Cleanup, Boyan Slat, mengungkapkan bahwa teknologi interceptor terbukti mampu mencegah sampah plastik masuk ke laut.

"Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan bersama-sama memasang interceptor di beberapa sungai. Harapannya, saat musim hujan pantai tetap bersih dan tidak ada sampah," ia mengungkapkan.

Slat menambahkan bahwa volume sampah plastik yang telah dikumpulkan dari sungai-sungai di Indonesia setara dengan berat Menara Eiffel.

"Angka itu akan jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Tegur Bali soal Sampah, Ribuan TNI-Polri Langsung Bergerak
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Istri Jenderal Hoegeng, Meriyati Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
"Red Notice" Terbit, Kejagung Siapkan Strategi Pemulangan Riza Chalid
• 5 jam lalukompas.id
thumb
BRI Super League: Puas dengan Performa Pemain Anyar, Fabio Lefundes Ibaratkan Transfer Borneo FC Bak Pit Stop Balapan
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.