JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bhinneka Mentari Dimensi, Hendrik Tio membantah pernah diperkenalkan oleh Agustina Wilujeng Pramestuti, dulu Wakil Ketua Komisi X DPR RI, kepada pejabat Kemendikbudristek agar dapat ikut dalam pengadaan laptop berbasis Chromebook.
Hal ini Hendrik sampaikan ketika dicecar oleh Hakim Anggota Andi Saputra dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk tiga terdakwa.
Mereka adalah Ibrahim Arief, eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek; Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); serta Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 yang juga menjabat sebagai KPA.
Awalnya, Hakim Andi lebih dahulu menyinggung soal nilai proyek yang diikuti PT Bhinneka dari tahun 2020-2023 yang mencapai Rp 1,1 triliun.
Baca juga: Pihak Google Ungkap Isi Pertemuan Pertama dengan Nadiem, Bahas Visi Misi Pendidikan
“Ini kan proyek yang sangat besar, Pak, untuk sebuah pengadaan laptop. Sebagai seorang pebisnis, Anda kan Dirut ya. Mengetahui ada proyek itu dari siapa, Pak? Mengetahui bahwa di Kemendikbud ada proyek triliunan gitu yang untuk ini, dari siapa, Pak?” tanya Hakim Andi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Hendrik mengaku baru mengetahui perusahaannya terpilih untuk ikut pengadaan ini setelah diklik dalam e-katalog oleh pejabat kementerian.
“Bukannya Bapak dibawa sama anggota DPR?” tanya Hakim Andi tiba-tiba.
Hendrik langsung membantah ada mengenal satu pun anggota DPR, “Enggak. Enggak ada kenal, Pak”.
Hakim Andi pun menyebut nama Walikota Semarang yang sudah disebut sejak dakwaan.
“Kenal Agustina Wilujeng?” tanya Hakim Andi.
Baca juga: Nadiem Klaim Tak Berurusan soal Pengadaan Chromebook via E-Katalog
Hendrik mengaku tidak kenal dengan nama yang disinggung hakim. Lantas, hakim Andi mengubah strategi pertanyaannya.
“Pernah dicangking? Ibaratnya ada yang bilang ‘Saya nitip ini’, gitu. Pengusaha ini,” kata Hakim lagi.
Hendrik kembali membantah punya kenalan dengan anggota parlemen, “Tidak, Pak. Sama sekali tidak, Pak”.
Pengusaha Titipan AgustinaBerdasarkan uraian surat dakwaan, Agustina disebutkan pernah menemui sejumlah pejabat kementerian dalam sebuah rapat pembahasan anggaran tahun 2021.
Usai pertemuan ini, Agustina menitipkan tiga nama pengusaha untuk dilibatkan dalam pengadaan Chromebook, mereka adalah: Hendrik Tio dari PT Bhinneka Mentari Dimensi, Michael Sugiarto dari PT Tera Data Indonusa (Axioo), dan Timothy Siddik dari PT Zyrexindo Mandiri Buana.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478701/original/090462600_1768913028-Pemerintah_cabut_izin_28_perusahaan_perusak_alam_Sumatera.png)

