Medan: Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatra Utara mencatat sebanyak 11.209 jiwa masih mengungsi akibat bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi itu pada 27 November 2025.
Berdasarkan laporan yang diterima hingga Selasa, 3 Februari 2026, sebanyak 11.209 jiwa dari 2.888 Kepala Keluarga (KK) masih mengungsi. Mereka tersebar di lima dari 20 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Ribuan pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Tapanuli Utara (1.197 orang), Kabupaten Tapanuli Tengah (4.983 orang), Kabupaten Tapanuli Selatan (1.862 orang), Kabupaten Humbang Hasundutan (855 orang), dan Kabupaten Langkat (2.312 orang).
Baca Juga :
40 Orang Masih Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumut
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut.
"Data ini merupakan update per 3 Februari pukul 17.00 WIB," kata Sri seperti dilansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan oleh masing-masing wilayah bersama sejumlah pemangku kebijakan terkait. "Perkembangan terkait bencana itu akan terus diinformasikan, termasuk data-datanya," kata Sri Wahyuni Pancasilawati.
Data Pusdalops Sumut menyebutkan 20 kabupaten/kota yang terlanda bencana alam tersebut, yakni Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Binjai, Kota Padang Sidempuan, Kota Sibolga, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Sejumlah warga penyintas bencana melintas di depan tenda darurat pinggir jalan lintas Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues di Desa Pepelah, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Aceh. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.



