REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui partisipasi aktif dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Komitmen tersebut disampaikan RI 1 kepada para pimpinan ormas dan tokoh agama Islam, serta pimpinan ponpes di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Selasa (3/2/2026).
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar menyampaikan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui BoP. Menurut dia, Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya akan terus mengawal efektivitas BoP agar dapat memberikan kemaslahatan bagi Palestina dan perdamaian dunia.
- Menag: Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam Bahas Kampung Haji di Arab
- Teddy Ungkap Prabowo Keluar Negeri Selalu Gunakan Boeing 777
- Daftar Pimpinan Ormas Islam dan Ponpes yang Diundang Prabowo ke Istana
"Komitmen Presiden, yang pertama, ingin benar-benar berjuang di dalam Board of Peace ini untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh. Di samping itu, komitmen beliau akan berjuang melalui Board of Peace ini untuk menghilangkan penderitaan dari orang Palestina di Gaza," ucap Anwar kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta.
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin menyampaikan para pimpinan ormas Islam memberikan penguatan kepada Prabowo. Tujuannya agar perjuangan Indonesia tidak hanya mendorong perdamaian, tetapi juga kemerdekaan Palestina.
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Bapak Presiden menerima baik. Beliau jawab bahwa terima kasih masukan-masukannya yang pada akhirnya tentu ini semua insya Allah untuk Palestina, dan juga untuk kita di Indonesia," tuturnya.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf menyampaikan, Prabowo memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina. Gus Yahya menyebut, secara nilai dan prinsip, Indonesia konsisten menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.
"Pada tataran nilai, saya kira semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka," ujarnya.


