Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, merinci capaian investasi berdasarkan sektor sepanjang Januari hingga Desember 2025. Sektor industri logam dasar tercatat sebagai penyumbang investasi terbesar bagi perekonomian nasional.
Dalam paparannya di Komisi XII DPR RI, Selasa (3/2/2026), Rosan menyebutkan bahwa sektor logam dasar memberikan kontribusi sebesar 13,6% dari total realisasi investasi. Angka ini mencerminkan kuatnya arus modal pada industri pengolahan barang logam.
"5 besarnya adalah dari Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya. Itu kurang lebih 13,6% atau 262,2 triliun," ungkap Rosan di Gedung Parlemen.
Baca Juga: Investasi Luar Jawa Tembus 51%, Rosan Beberkan 5 Provinsi Dengan Realisasi Tertinggi 2025
Posisi berikutnya ditempati oleh sektor infrastruktur dan konektivitas. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menyusul di urutan kedua dengan total nilai investasi menembus angka Rp211 triliun.
"Kemudian disusul oleh Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi 211 triliun atau 10,9%. Pertambangan 10,3% atau 199,6 triliun," lanjut Rosan merinci urutan sektor prioritas tersebut.
Melengkapi daftar lima besar, sektor jasa dan properti juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Rosan menutup paparannya dengan rincian sektor pelayanan serta kawasan industri yang menjadi penopang capaian 2025.
"Jasa Lainnya 170,8 triliun atau 8,8%. Disusul oleh Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran 140,4 triliun atau 7,3%," pungkasnya.




