Equinix Tambah Kapasitas Data Center di Jakarta

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Equinix bersiap menambah kapasitas ruang di pusat data pertamanya di Jakarta yakni JK1. Data center yang dibangun melalui kemitraan PT Astra International ini beroperasi sejak Mei 2025 dengan kapasitas 550 kabinet atau sekitar 2,5 megawatt.

"Untuk fase kedua ini (di lokasi yang sama), ada empat data hall yang kami siapkan. Itu bisa muat sekitar 1.100 kabinet,” kata Managing Director Equinix Indonesia Haris Izme dalam acara media luncheon eksklusif di Jakarta, Selasa (3/2).

Namun Haris belum mau memerinci peningkatan kapasitasnya, sebab masih dibahas dengan PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN.

Haris menjelaskan penambahan kapasitas data hall atau ruang fisik khusus dalam pusat data Equinix itu, bisa mendukung pembangunan JK 2. Namun ia belum mau membocorkan penggembangan JK 2.

“Jadi kalau di JK1 bisa lebih luas, maka siap untuk fase kedua,” ujarnya.

Kapasitas ruang di data center JK1 ditambah, meskipun okupansinya belum 100%. Setidaknya ada 70 konsumen di fasilitas penyimpanan data ini. "Kalau di negara lain, seperti di Afrika Selatan, tahun pertama peluncuran hanya sekitar 10 pelanggan," ujarnya.

Meski belum 100% terisi, Equinix ingin menambah kapasitas ruang JK 1 untuk membuka peluang menggaet lebih banyak konsumen. 

Pelanggan Equinix berasal dari berbagai industri. Beberapa diantaranya seperti telco, internet service provider, multi industry conglomerate, industri kesehatan, content delivery network, cyber security, farmasi, hingga banking finance.

Pusat data Equinix juga bisa menghadirkan platform yang dibutuhkan untuk infrastruktur distributed artificial intelligence atau AI, termasuk dalam kabinet dalam pengembangan fase kedua JK 1.

Cara Equinix Atasi Tingginya Konsumsi Listrik dan Air

Equinix menyiapkan strategi untuk mencapai emisi nol pada 2040. Sebelum mencapai hal ini, Haris mengatakan perusahaan membidik target sebagai renewable energy company pada 2030.

Salah satu hal krusial untuk mencapai target itu yakni penggunaan listrik dan air dalam menjalankan pusat data untuk mendinginkan sistem.

Haris mengatakan saat ini pasokan listrik di JK 1 aman dan disediakan oleh PLN. Ia menambahkan, jika memungkinkan Equinix juga berharap bisa menggunakan energi terbarukan.

“Masuk di dalam list kami (menggunakan energi terbarukan kalau di Jakarta ini bisa ada energi hijau tapi belum ada direct source green energy di Jakarta. Masih semuanya dari PLN,” kata Haris.

Namun, ia memastikan saat ini Equinix juga sudah membeli Renewable Energy Certificates (REC). Dengan begitu secara global operasi Equinix sudah berbasis energi terbarukan.

“Tentunya kalau ada green power yang masuk ke Jakarta dan harganya sesuai, ya kita benar-benar pasti ada pelanggan yang ingin juga menggunakan energi hijau. Sejauh ini, renewable energy certificate kami sekarang sudah 100% covered,” ujarnya.

Lalu pengembangan fase kedua JK 1 juga sudah didesain dengan liquid cooling. Fasilitas ini memungkinkan efisiensi lebih tinggi untuk menangani kebutuhan komputasi berdaya besar.

“Dia ada pipa. Pipanya langsung cip. Jadi, kalau bisa bayangkan, seperti mesin gaming juga ya, dalam desktop itu kan ada GPU atau CPU-nya. Dan atasnya itu ada kipasnya. Kipasnya itu ada pipanya. Jadi pipanya itu, dalamnya ada liquid. Liquidnya akan ambil panas untuk dikeluarkan,” kata Haris.

Data center JK 1 juga mengadopsi sistem liquid cooling untuk mengurangi potensi penggunaan air.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IES 2026: ASEAN Bidik Posisi Pusat Industri Dunia Lewat Kebijakan Integrasi Digital
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istri Jenderal Hoegeng, Eyang Meri Meninggal Dunia
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
BMKG Prediksi Cuaca Saat Ramadan Masih Hujan: Kemarau Mulai April-Mei
• 46 menit laludetik.com
thumb
Siap Jalani Proses Hukum, Anrez Adelio Klaim Kantongi Bukti Lengkap
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Membaca Ulang Politik Bebas Aktif & Kepemimpinan di Tengah Pancaroba Geopolitik
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.