REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meminta mantan duta besar negaranya untuk Washington, Peter Mandelson, mengundurkan diri dari keanggotaan House of Lords dan memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS terkait hubungannya dengan miliarder almarhum Jeffrey Epstein.
Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (2/2/2026), dilansir Aljazeera, bahwa sikap Starmer diambil setelah munculnya tuduhan baru terhadap Mandelson dalam dokumen terbaru yang diterbitkan oleh Departemen Kehakiman AS pekan lalu.
Baca Juga
Demi Adang Serangan Rudal Iran, Amerika Serikat Lakukan Hal Ini di Kawasan Timur Tengah
Eks Petinggi Militer Mesir Bongkar Kejinya Israel Soal Rafah, Sebut Netanyahu tak Pernah Ingin Damai
Pengakuan Eks Petinggi Militer Israel Soal Operasi Pager, Perang 12 Hari Lawan Iran, dan Tentara
Ini sebagai bagian dari berkas kasus Epstein, yang ditemukan tewas di selnya pada 2019 saat sedang diadili atas tuduhan mengelola jaringan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.
Pernyataan itu menjelaskan bahwa Mandelson, yang diberhentikan dari jabatannya sebagai duta besar di Washington pada September 2025 setelah ditunjuk pada Februari tahun yang sama, diminta memberikan semua informasi yang dimilikinya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pernyataan itu menambahkan, "Perdana menteri berpendapat bahwa setiap orang yang memiliki informasi harus membagikan apa yang diketahuinya. "Mandelsohn tidak boleh tetap menjadi anggota Dewan Lord."
Meskipun Starmer tidak memiliki kewenangan hukum untuk memberhentikan anggota Dewan Lord, Perdana Menteri itu menyerukan kepada dewan tersebut untuk memperbarui mekanisme dan prosedur disiplinnya.
Mandelson mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh pada Ahad malam, dengan alasan tidak ingin menimbulkan lebih banyak rasa malu bagi partai tersebut.
Hal ini setelah terungkapnya dokumen yang menunjukkan bahwa dirinya menerima pembayaran sebesar 75 ribu dolar dari Epstein selama 2003 dan 2004. Dalam surat pengunduran dirinya, dia mengatakan dia tidak ingat pembayaran tersebut.
Dokumen yang dipublikasikan tersebut mencantumkan nama sejumlah tokoh dunia terkemuka, termasuk Pangeran Andrew dari Inggris, mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, dan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Foto yang telah diedit dan dirilis oleh Departemen Kehakiman AS ini menunjukkan sebuah meja, yang didokumentasikan pada tanggal 6 Juli 2019, saat penggeledahan di rumah Jeffrey Epstein di New York. - (Departemen Kehakiman AS via AP)