tvOnenews.com - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap hewan.
Seorang pria berinisial PJ (60), pensiunan ASN asal Blora, Jawa Tengah, viral setelah terekam menendang seekor kucing hingga mengalami stres berat dan akhirnya mati.
Peristiwa tersebut menuai kecaman luas dari warganet. Aparat kepolisian pun turun tangan dengan memanggil dan memeriksa PJ.
Setelah viral dan mendapat tekanan publik, PJ akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas perbuatannya.
Kasus ini kembali membuka diskusi publik tentang bagaimana sebenarnya hukum menyakiti hewan dalam pandangan Islam.
- iStockPhoto
Apakah hanya soal etika, atau ada konsekuensi yang lebih dalam? Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad soal menyakiti hewan dalam Islam.
Kasih Sayang kepada Hewan, Jalan Turunnya Rahmat
Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu ceramahnya menegaskan bahwa Islam sangat menekankan kasih sayang kepada seluruh makhluk hidup, termasuk hewan.
Bahkan kepada hewan yang secara syariat tidak dianjurkan untuk dipelihara.
UAS mengisahkan sebuah hadis terkenal tentang seorang perempuan dari Bani Israel yang mendapat ampunan Allah karena menolong seekor anjing kehausan.
“Ada seorang perempuan, maaf-maaf, wanita tunasusila, melihat seekor anjing menjulurkan lidah kehausan. Lalu perempuan itu dengan sepatu bootnya mengambil air sumur dan memberikan air itu ke anjing. Akhirnya Allah menurunkan rahmat gara-gara kasih sayang kepada seekor anjing,” kata Ustaz Abdul Somad.
Menurutnya, pesan utama dari kisah tersebut bukan soal memelihara anjing, melainkan nilai kasih sayang terhadap makhluk Allah.
“Ceritanya ini tentang umat sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang ingin diambil pelajarannya adalah kasih sayang kepada hewan. Makanya jangan kasih benci,” tegasnya.
Tidak Suka Hewan Bukan Alasan untuk Menyakiti
Ustaz Abdul Somad juga menanggapi pertanyaan umum di masyarakat: bagaimana jika seseorang tidak menyukai kucing atau alergi terhadapnya?
Jawabannya tegas: tidak suka bukan alasan untuk menyakiti.
“'Kalau ada kucing, saya alergi Pak Ustadz. Bersin-bersin.' Ambil tulang ikan, tulang ayam, berikan pada dia. Maka turun rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.




