BNPB Tarik Utang Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Untuk memenuhi kebutuhan alat pencegahan dalam negeri, BNPB pun harus menarik utang luar negeri.

BNPB Tarik Utang Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku, anggaran mitigasi bencana terbilang terbatas. 

Untuk memenuhi kebutuhan alat pencegahan dalam negeri, BNPB pun harus menarik utang luar negeri.

Baca Juga:
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,23 Persen di Kuartal IV-2025

Hal itu disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

"Menjadi tantangan dan kendala Kami adalah dari segi anggaran Kenapa demikian karena dalam 5 tahun terakhir anggaran pencegahan BNPB ini relatif sangat terbatas. Kami laporkan mitigasi bencana berkisar Rp17-19 miliar per tahun. Tentu saja Ini sangat kecil," kata Suharyanto.

Baca Juga:
Indonesia Masih Jadi Magnet Investor Asing di Tengah Volatilitas Pasar Global

Namun, Suharyanto menyatakan, pihaknya tak akan mengeluh dengan kondisi tersebut. "Karena APBN terbatas, kami pun berupaya untuk dapat disetujui mendapat alokasi pinjaman luar negeri (PLN)," tutur Suharyanto.

"Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ini ada beberapa yang sudah disetujui PLN ini pun untuk meningkatkan kemampuan BNPB dalam pra bencana atau pencegahan," katanya.

Baca Juga:
Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp16.754 per Dolar AS

Suharyanto menyebutkan, dana ini difokuskan untuk membangun sistem peringatan dini dalam menghadapi bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami yang kerap terjadi di Indonesia.

“Kami mendapatkan PLN sejumlah Rp949,1 miliar kami bangun di masing-masing bidang kalau sudah tingkat daerah mungkin di level dapil-dapilnya sekarang sudah kayak bantu beberapa di 34 provinsi, 34 kabupaten/kota ada pusat pengendalian operasi,” tuturnya.

Baca Juga:
Pemerintah Komitmen Reformasi Pasar Modal, IHSG Berpotensi ke Level 8.210

Di samping itu, BNPB juga memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) yang dapat digunakan saat status siaga darurat atau tanggap darurat telah ditetapkan.

Dana ini tidak hanya untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga dialokasikan untuk membangun ketahanan daerah dalam menghadapi bencana yang sama di masa depan, mengingat banyak bencana yang merupakan kejadian berulang di lokasi yang sama.

"DSP adalah anggaran yang didukung kepada BNPB ketika sudah terjadi bencana atau bencana yang sudah masuk di status siaga darurat dan tanggap darurat, tentu saja setelah terjadi bencana selain kami melakukan upaya pemulihan, pengembalian kondisi awal ini juga, kami beberapa kali juga sudah berupaya untuk meningkatkan ketahanan daerah pasca bencana untuk menghadapi bencana di tahun berikutnya," katanya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jangan Salah! Ini Link Resmi Pendaftaran SNBP 2026 di Portal SNPMB
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Seskab Teddy: Tidak Benar Presiden ke Luar Negeri Pakai 2 Pesawat
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Gugat Pemkot Tangsel soal Sampah Menumpuk, Sidang Perdana Hari Ini
• 40 menit laludetik.com
thumb
Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kongkalikong Transaksi Saham PT MPAM
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan, KPK Pastikan Tak Hambat Proses Ekstradisi
• 8 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.