Analis Bongkar Faktor Pendorong Lonjakan IHSG Usai Terguncang MSCI

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pasar modal domestik menunjukkan perbaikan setelah mengalami terguncang keras pada akhir bulan Januari. Respon positif pelaku pasar menjadi pendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat (rebound) pada penutupan perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. 

IHSG melesat 199,87 poin atau 2,52 persen ke posisi 8.122,60. Kincongnya indeks domestik sejalan mengkilapnya kelompok 45 saham unggulan (LQ45) naik 17,48 poin atau 2,17 persen ke posisi 823,72.

Baca Juga :
IHSG Ditutup Rebound 2,52 Persen, Cek 3 Saham Unggulan Terbang Dua Digit
IHSG Sesi I Rebound Kuat ke Level 8.000, Intip 3 Saham Top Gainers di LQ45

Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, mengungkap tanggapan positif dari para investor tak lepas dari transparansi otoritas pasar modal Indonesia terkait dengan isu Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sementara dari sisi teknikal, technical rebound karena udah oversold. 

"Faktor transparansi dari regulator terkait isu MSCI," ujar Wafi. 

Ilustrasi IHSG.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Wafi mengatakan IHSG akan bergerak konsolidasi cenderung menguat selama pekan ini. Untuk investor asing (foreign investor), menurutnya masih akan bersikap wait and see terhadap pengumuman MSCI selanjutnya sedangkan domestik banyak yang bargain hunting karena sebentar lagi musim laporan keuangan full year 2025.

Dari komoditas, harga emas dan perak tercatat rebound pada setelah mengalami aksi jual masif selama dua hari. Wafi mengatakan koreksi besar-besaran emas dan perak merupakan penyesuaian posisi daripada merupakan penurunan berkelanjutan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 6,52 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing naik sebesar 5,02 persen dan 4,97 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.273.812 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 61,09 miliar lembar saham senilai Rp29,35 triliun. Sebanyak 654 saham naik, 108 saham menurun, dan 56 tidak bergerak nilainya.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu HUMI, LEAD, GTSI, BUMI dan OASA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.

Bursa saham regional Asia sore ini ditutup cerah. Indeks Nikkei menguat 2.065,50 poin atau 3,92 persen ke 54.720,69, indeks Shanghai menguat 51,98 poin atau 1,29 persen ke 4.067,73, indeks Hang Seng menguat 59,19 poin atau 0,22 persen ke 26.834,76, dan indeks Strait Times menguat 51,81 poin atau 1,06 persen ke 4.944,08. (Ant)

Baca Juga :
IHSG Dibuka Melemah seiring Lesunya Bursa Asia saat Wall Street Menguat
Analis Prediksi IHSG Terancam Ambles Lebih Dalam, Cek 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan
IHSG Ambrol Tak Sesuai Prediksi, Purbaya: Kalau Saya Bakal Serok ke Bawah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Mulai Penyidikan Dugaan Pembalakan Liar di Aceh
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Cukup Bayar Segini, Ronaldo Bisa Diangkut Klub Amerika hingga Eropa dari Al Nassr Tanpa Negosiasi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Rudapaksa Remaja, Enam Anak Di Bawah Umur Ditahan
• 9 menit lalukompas.tv
thumb
Terungkapnya Gurita Jaringan Yahudi-Israel di Dokumen Epstein
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terpopuler: Dida dan Emil Audero Diserang Flare, Michael Carrick Terlalu Sukses Bikin MU Pusing
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.