Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Selasa (3/2) waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap meningkatnya persaingan di industri perangkat lunak akibat kemajuan kecerdasan buatan (AI), serta sikap waspada pasar menjelang rilis laporan keuangan Alphabet dan Amazon.
Mengutip Reuters, indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi memimpin pelemahan dengan turun 1,43 persen ke level 23.255,19. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 0,84 persen ke posisi 6.917,81 dan Dow Jones Industrial Average turun 0,34 persen menjadi 49.240,99.
Sentimen negatif melanda raksasa teknologi seperti Nvidia dan Microsoft yang masing-masing merosot hampir 3 persen. Alphabet juga melemah 1,2 persen menjelang laporan keuangan Rabu (4/2), disusul Amazon yang turun 1,8 persen sebelum rilis laporan pada, Kamis (5/2).
Analis pasar menilai investor kini mulai mengkhawatirkan disrupsi AI terhadap margin keuntungan perusahaan perangkat lunak. Peluncuran alat hukum baru oleh Anthropic untuk chatbot Claude AI menjadi salah satu pemicu kekhawatiran tersebut.
"Banyak perusahaan perangkat lunak di berbagai spektrum terkena dampak karena dianggap sebagai sektor yang akan terdisrupsi oleh kemajuan AI," ujar Art Hogan, Kepala Strategi Pasar di B. Riley Wealth.
Pelemahan terdalam dialami oleh PayPal yang sahamnya anjlok 20 persen setelah memproyeksikan laba tahun 2026 di bawah estimasi pasar. Di sektor kesehatan, saham Novo Nordisk juga anjlok hampir 15 persen setelah perusahaan memperingatkan potensi penurunan tajam pada penjualan tahunan produk Wegovy.
Di sisi lain, Walmart mencetak sejarah dengan kenaikan saham sebesar 3 persen. Capaian ini menjadikan Walmart sebagai peritel fisik pertama yang berhasil menembus nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1 triliun. Saham data AI Palantir juga melonjak 7 persen berkat hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi.
Tekanan di pasar modal ini terjadi di tengah ketidakpastian politik akibat penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) AS. Meskipun proses legislasi untuk mengakhiri penutupan mulai berjalan di DPR, situasi ini telah menunda rilis data penting ketenagakerjaan yang seharusnya diumumkan pekan ini.



