PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan pelaksanaan pengambilalihan saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat).
Aksi korporasi ini langsung mendapat respons positif dari pasar, tercermin dari pergerakan saham INET yang ditutup melonjak 56 poin atau 17,5% ke level Rp376 pada perdagangan Selasa (3/2). Penguatan tersebut terjadi setelah saham INET sebelumnya tertekan, turun 16,07% dalam sepekan dan merosot 20,34% dalam sebulan terakhir.
Dalam keterbukaan informasi, Direktur INET Willy Usulangi, menyampaikan bahwa Perseroan mengakuisisi sebanyak 1.687.455.000 lembar saham PADA atau setara 53,57% dari total saham beredar.
Akuisisi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis Perseroan dan merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Shares and Purchase Agreement (CSPA) yang ditandatangani INET dan Kopindosat pada 28 Januari 2026.
“Nilai transaksi sebesar Rp106.390.655.000 atau sebesar 29,41% dari nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Suharli, Sugiharto & Rekan dengan Opini Audit Tanpa Modifikasian, yang oleh karenanya dikategorikan sebagai Transaksi Material berdasarkan POJK 17/2020,” kata Willy.
Baca Juga: INET Incar Dana Rp1 Triliun dari Obligasi dan Sukuk Ijarah
PT Personel Alih Daya Tbk sendiri dikenal sebagai salah satu pemain besar di industri outsourcing nasional. Perusahaan ini memiliki jaringan operasional di lebih dari 25 kota dengan tenaga kerja profesional yang melampaui 36.000 orang.
Lini layanannya mencakup layanan teknikal dan pemeliharaan telekomunikasi, call center, layanan perkantoran, keamanan, manajemen sumber daya manusia, hingga distribusi dan logistik.
Di sisi lain, Grup Usaha INET tengah menyiapkan sejumlah pengembangan strategis, termasuk ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH) di Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Provinsi Kalimantan Barat.
“Dengan latar belakang tersebut, transaksi ini dipandang sebagai upaya menggabungkan layanan digital dan infrastruktur teknologi dengan layanan outsourcing SDM berbasis teknologi, menciptakan ekosistem layanan human-tech yang terintegrasi,” terangnya.
Melalui akuisisi ini, INET tidak hanya melakukan diversifikasi usaha, tetapi juga memperluas portofolio bisnis dari layanan digital murni ke layanan operasional berbasis tenaga kerja dalam skala besar.
Langkah ini membuka peluang bagi Perseroan untuk masuk lebih dalam ke segmen outsourcing dan manajemen SDM yang sebelumnya berada di luar lini bisnis intinya.
Baca Juga: Harga Saham INET Turun Drastis, Ini Penyebabnya!
Lebih jauh, integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memunculkan sinergi antara solusi digital dan tenaga kerja manusia, terutama dalam layanan managed service, digital workforce, serta platform teknologi pendukung operasional SDM.
“Transaksi ini juga diharapkan menciptakan efisiensi operasional melalui konsolidasi fungsi back-office, teknologi, dan jaringan distribusi sumber daya. Efisiensi ini bisa menurunkan biaya unit dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Selain itu, kombinasi portofolio diharapkan menambah nilai jangka panjang bagi pemegang saham kedua perusahaan,” tutup Willy.




