Siswa SD di NTT Bunuh Diri Gegara Tak Punya Buku dan Pena

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf prihatin atas insiden tragis di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Seorang siswa SD berusia sepuluh tahun di kabupaten yang masuk Provinsi Nusa Tenggara Timur itu, mengakhiri hidupnya karena tak mampu atau tidak bisa memiliki buku dan pena seharga Rp 10.000.

BACA JUGA: Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo: Target 500 di 2029, Insyaallah Tercapai

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, menegaskan insiden yang dialami anak tersebut menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Sosial.

“Kami prihatin, turut berduka. Tentu, ini menjadi perhatian, menjadi atensi bersama, tentu bersama pemerintah daerah. Kami harus memperkuat pendampingan, harus memperkuat data. Kami harapkan tidak ada (keluarga miskin dan miskin ekstrem) yang tidak terdata,” kata Gus Ipul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

BACA JUGA: Sekolah Rakyat akan Diluncurkan di Banjarbaru, Jadi Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu

Dia menekankan pentingnya membangun basis data Kementerian Sosial agar menjangkau seluruh keluarga di Indonesia, termasuk keluarga-keluarga yang berada di kategori miskin ekstrem (desil-1), dan kategori miskin (desil-2).

“Ini hal yang sangat penting. Saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kami saksikan sebaik mungkin sehingga kami bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi, dan memerlukan pemberdayaan,” ujarnya.

BACA JUGA: Dua Satu

"(Insiden) Ini sungguh-sungguh menjadi keprihatinan kita bersama,” katanya.

Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya.

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama

Awak Antara menyebut korban diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kembar Resmi


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ahmad Habibie Berterima Kasih Atas Dukungan Masif Suporter Garuda
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Xolare (SOLA) Raih Kontrak Rp14,72 Miliar dari Anak Usaha RMKO
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen
• 12 jam laludetik.com
thumb
GIS Tekankan Prinsip Ekonomi Keberlanjutan dalam 4 Aspek Utama
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Beda Dulu dan Sekarang, Pemilihan Hakim MK Usulan DPR Kini Jadi Ugal-ugalan
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.