Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. 

Disclaimer, Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.

1. Awal Mula Kejadian hingga Ditemukannya Sepucuk Surat

Kejadian memilukan ini bermula dari anak berinisial YBR ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026). 

Saat ditemukan, terdapat sepucuk surat yang berisikan pesan-pesan terakhir YBR sebelum mengakhiri hidupnya. 

Surat itu ditemukan polisi saat mengevakuasi YBR dari tempat tersebut.  

Surat tersebut ditulis YBR menggunakan bahasa ibunya. Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, berikut adalah isi surat YBR: 

Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau mencari saya
Selamat tinggal Mama

Tak hanya isi tulisan yang memilukan, di secarik kertas itu juga ada gambar anak laki-laki yang diduga dirinya. Namun, anak itu digambarkan sedang menitikan air mata. 

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada Ipda Benediktus R Pissort pun membenarkan surat “wasiat” itu ditulis sendiri oleh korban.

2. YBR Tinggal Bersama Neneknya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelas IV anak SD itu tinggal bersama neneknya.

Ibu atau mamanya diketahui merupakan orang tua tunggal. Ibu YBR bekerja sebagai petani dan kadang-kadang menjadi pekerja serabutan. 

Karena orang tua tunggal, YBR mengurusi dan menghidupi lima orang anaknya termasuk korban yang dinyatakan telah meninggal dunia.

3. Pemicunya Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu

Pemicu YBR memilih mengakhiri hidupnya diungkap Kepala Desa Naruwolo Dion Roa. Dion mengatakan YBR sempat meminta uang kepada ibunya untuk dibelikan buku dan pena pada malam sebelum kejadian.

Akan tetapi, permintaan YBR belum bisa dipenuhi karena kondisi finansial yang sulit.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Tunda Pemeriksaan Richard Lee, Tunggu Putusan Praperadilan
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
BMKG Ungkap Kondisi IOD Terkini 2026, Curah Hujan Masih Berpotensi Tinggi
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Dosen FK UB Ingatkan Waspada Virus Nipah Meski Belum Ditemukan di Indonesia
• 10 menit lalutvrinews.com
thumb
Adjie Pangestu Tanggapi Rumor Disebut Ayah dari Anak Denada
• 19 jam lalucumicumi.com
thumb
Sungai Lebih Tinggi dari Jalan, Biang Kerok Banjir Daan Mogot
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.