Gebrakan KDM soal Anggaran Daerah Disorot Anggota DPRD: Kita Kaget Tak Diajak Ngobrol

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Proses penyesuaian anggaran daerah di Jawa Barat menuai perhatian dari DPRD setempat. Lembaga legislatif itu menilai komunikasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan DPRD belum berjalan optimal, terutama dalam tahapan perubahan dan pergeseran anggaran.

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, menekankan bahwa komunikasi sejak tahap awal penyusunan hingga perubahan APBD sangat penting agar setiap kebijakan dapat dipahami dan diputuskan secara kolektif oleh eksekutif dan legislatif.

“Saya melihat komunikasi kurang. Padahal kalau komunikasi sejak awal, kita akan ikut sama-sama bahas, mengambil keputusan bersama. Karena Perda APBD itu diputuskan bersama,” ujar Yomanius, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, meskipun terdapat ketentuan yang memperbolehkan pergeseran anggaran dilakukan tanpa persetujuan DPRD, praktik tata kelola pemerintahan yang baik tetap harus menjunjung tinggi etika dan transparansi.

Menurutnya, DPRD dan Pemprov Jawa Barat merupakan satu kesatuan dalam menjalankan roda pemerintahan daerah, sehingga koordinasi yang intensif menjadi kebutuhan mendasar dalam setiap kebijakan strategis, termasuk perubahan APBD.

Yomanius juga mengakui bahwa DPRD memahami tekanan fiskal yang sedang dihadapi Pemprov Jabar. Tantangan tersebut meliputi kondisi keuangan daerah, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tercapai, hingga adanya penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguatan komunikasi tetap menjadi kunci agar setiap perubahan kebijakan anggaran dapat disampaikan dan dibahas secara terbuka bersama DPRD.

“Substansi permasalahannya saya pikir sudah rasional. Hanya kita terkaget-kaget, karena perubahan-perubahan itu tidak diajak ngobrol. Padahal keputusan Perda itu keputusan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, lemahnya komunikasi dalam penyesuaian APBD Jawa Barat berpotensi menimbulkan dampak pada penyampaian informasi kepada masyarakat, terutama di daerah pemilihan. 

Hal ini berkaitan dengan sejumlah program, termasuk sektor pendidikan, yang sebelumnya telah disosialisasikan berdasarkan keputusan bersama antara DPRD dan pemerintah daerah. (ant/nba


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPJPH Perkuat Pendampingan Sertifikasi Halal Jelang Wajib Halal 2026, Libatkan 309 LP3H
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Sumedang Siap jadi Percontohan Nasional Rantai Pasok Program MBG
• 38 menit lalubisnis.com
thumb
IHSG Ditutup Rebound 2,52 Persen, Cek 3 Saham Unggulan Terbang Dua Digit
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
MUI Dukung RI Gabung Board of Peace Usai Berdialog Bareng Prabowo
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 2026 Tancap Gas
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.