Pantau - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya terkait isu militer dan program nuklir Teheran.
Erdogan Serukan Dialog dan Koordinasi KawasanPernyataan tersebut disampaikan Erdogan saat melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi pada Selasa.
Ia menegaskan bahwa Turkiye menolak kemungkinan pecahnya perang baru di kawasan dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.
“Kami sama sekali tidak menginginkan perang baru di kawasan ini dan mengadvokasi penyelesaian melalui akal sehat serta dialog,” ungkap Erdogan.
Presiden Turki itu juga menyoroti pentingnya kerja sama dan komunikasi intensif dengan negara-negara kawasan, seperti Arab Saudi dan Pakistan, demi mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Respons AS: Peringatan dan Tindakan MiliterPernyataan Erdogan muncul setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah menembak jatuh sebuah drone milik Iran yang dianggap melakukan tindakan agresif terhadap kapal perang AS.
Ketegangan meningkat sejak pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Januari lalu yang mengungkapkan bahwa “armada besar” sedang dikerahkan menuju Iran.
Trump menyatakan harapan adanya kesepakatan “adil dan setara” dengan Iran, khususnya terkait penghapusan total program senjata nuklir negara tersebut.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, maka serangan AS berikutnya terhadap Iran akan “jauh lebih buruk” dibanding serangan sebelumnya.


