Pramono Anung: Investasi Jakarta Capai USD 16,9 Miliar pada 2025, Tumbuh 12%

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut investasi kumulatif Jakarta pada 2025 mencapai sekitar 16,9 miliar dolar AS atau setara 282,3 Triliun (pada kurs Rp 16.700) tumbuh 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia mengungkapkan, capaian tersebut menegaskan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Jakarta di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan.

“Pada tahun 2025, investasi kumulatif Jakarta mencapai sekitar 16,9 miliar dolar AS. Mewakili pertumbuhan 12 persen dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini menegaskan meningkatnya kepercayaan global terhadap Jakarta sebagai pusat ekonomi yang modern, terbuka, adaptif,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam agenda Launching of Indonesia City Investment Accelerator (ICIA) di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (3/2).

Pramono mengatakan, daya saing Jakarta sebagai kota global sangat ditentukan oleh kapasitas pemerintah daerah dalam menarik dan mengelola investasi secara berkelanjutan.

Karena itu, transformasi pembangunan Jakarta diarahkan untuk memperkuat investasi perkotaan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Bagi kami, daya saing sebagai kota global ditentukan oleh kapasitas untuk menarik dan mengelola investasi berkelanjutan secara efektif,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbaiki iklim investasi melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satunya dengan menyiapkan arah pembangunan jangka panjang melalui Rencana Induk Investasi Jakarta 2025-2045.

“Pemerintah Jakarta sedang memperbaiki iklim investasi melalui inisiatif seperti Master Plan Investasi Jakarta 2025-2045,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga melakukan penyederhanaan perizinan usaha guna menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha bagi pelaku bisnis. Pramono menyebut, terdapat 44 jenis perizinan usaha yang disederhanakan sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan transparansi.

“Menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha. Dan pemberian insentif yang ditargetkan bagi investor dengan penekanan kuat pada keberlanjutan,” ucap Pramono.

Menurut Pramono, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun kepercayaan (trust) terhadap Pemprov DKI, baik dari masyarakat maupun investor.

Ia menegaskan, kepercayaan menjadi fondasi utama dalam mendorong masuknya investasi jangka panjang.

“Bagi saya sebagai gubernur, hal yang penting adalah mengenai kepercayaan terhadap Pemerintah Jakarta. Ini sangat penting,” katanya.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI juga meluncurkan berbagai inisiatif strategis seperti Jakarta Investment Festival dan program investment project ready to offer untuk memperkuat kepercayaan investor global terhadap proyek-proyek yang ditawarkan Jakarta.

“Inisiatif strategis seperti Jakarta Investment Festival dan program investment project ready to offer diluncurkan tidak hanya untuk menarik investasi tetapi juga untuk membangun dan mengelola kepercayaan investor global,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pramono optimistis Jakarta dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi nasional sekaligus kota global yang terbuka dan kompetitif bagi investor dalam jangka panjang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
ESDM Identifikasi 15 PLTU yang Berpotensi Dipensiunkan Dini
• 46 menit lalubisnis.com
thumb
PPATK: Sejarah Baru RI Tekan Judol di 2025, Transaksi Kurang dari Rp 300 T
• 11 jam laludetik.com
thumb
Trump Tuntut Ganti Rugi Rp 16,7 T dari Universitas Harvard
• 6 jam laludetik.com
thumb
Prakiraan Cuaca Aceh Rabu, 4 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang
• 5 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Musrenbangcam, Mayoritas Desa di Ponorogo Tuntut Perbaikan Jalan
• 4 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.