Nama Kampung Haji Indonesia Prabowo Diusulkan untuk Perkampungan Haji RI di Saudi

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemuda Masjid Dunia mengusulkan penamaan perkampungan haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, menjadi Kampung Haji Indonesia Prabowo.

Presiden Pemuda Masjid Dunia Said Aldi Al Idrus menjelaskan usulan tersebut sebagai aspirasi masyarakat sipil dalam rangka memperkuat identitas nasional Indonesia, serta meningkatkan simbol pelayanan negara kepada jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Baca Juga
  • Bisakah Dosa Manusia Dihapus dengan Sedekah?
  • Ratusan Ekor Ikan Dewa 'Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi' di Kuningan Mati Mendadak
  • OJK Hormati Proses Penegakan Hukum Kasus Pasar Modal

“Usulan penamaan ini menempatkan Indonesia sebagai unsur utama, dan penegasan bahwa fasilitas tersebut adalah milik dan tanggung jawab negara. Sementara nama Prabowo (Presiden Prabowo Subianto, red.) dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan simbolis atas kepemimpinan nasional yang memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Said dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut dia, dari aspek hukum administrasi negara, penamaan fasilitas publik merupakan bagian dari kebijakan administratif pemerintah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan sepanjang dilakukan secara proporsional dan melalui mekanisme resmi yang berwenang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Meski demikian, dia mengatakan usulan tersebut bukan dimaksudkan sebagai personalisasi fasilitas publik, melainkan simbol historis dan etis yang tetap menjunjung prinsip kepentingan umum, netralitas, serta asas-asas umum pemerintahan yang baik.

“Kami menegaskan bahwa usulan ini adalah aspirasi masyarakat sipil, bukan keputusan negara. Seluruh proses dan keputusan akhir sepenuhnya kami serahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia.

Sementara itu, dia berharap usulan tersebut dapat dipahami secara proporsional sebagai masukan konstruktif untuk memperkuat identitas nasional Indonesia di Tanah Suci, dan mendukung pelayanan ibadah haji yang bermartabat, profesional, dan berkelanjutan.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terjerat OTT KPK, Mulyono Diduga Atur Proses Restitusi Pajak Puluhan Miliar Rupiah
• 12 menit laluokezone.com
thumb
Polres Blora Periksa 5 Saksi Kasus Viral Penyiksaan Kucing Hingga Mati
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Board of Peace: Antara Mimbar Ulama dan Meja Diplomasi (Bagian II-Habis)
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi Sarpras SMK TA 2017
• 17 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kapal Pengangkut Limbah Kandas di Perairan Pulau Tangga Seribu Batam
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.