Rupiah Tertekan, BI Diminta Lakukan Intervensi Agresif

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi XI DPR Misbakhun menilai, Bank Indonesia (BI) perlu lebih berani dan taktis untuk menjaga stablitas rupiah di tengah volatilitas yang meningkat.

Misbakhun mengatakan, otoritas moneter tidak boleh pasif dan wajib melaksanakan kebijakan moneter yang tak biasa dalam menyikapi kondisi global.

“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif namun tetap terukur, baik di pasar valas maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar," ujar Misbakhun dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Pasar Tunggu Data Ekonomi, Rupiah Pagi Melemah

Misbakhun memaparkan, BI punya instrumen yang lengkap dan cadangan devisa yang memadai untuk memastikan rupiah tidak tertekan berlebihan hingga berdampak ke sektor riil dan daya beli masyarakat.

Dengan begitu, stabilisasi nilai tukar bukan semata persoalan pergerakan angka, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha.

Misbakhun lantas mendorong optimalisasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan instrumen pro-market lainnya untuk menarik kembali capital inflow sekaligus menahan capital outflow.

Baca juga: Purbaya Sebut Rupiah Tak Sulit Kembali ke Rp 15.000 Per Dollar AS

Politikus Partai Golkar ini juga menggarisbawahi kuatnya fundamental ekonomi nasional.

Menurut dia, Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibanding negara-negara peer, tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta kinerja neraca perdagangan yang solid.

“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah ketidakpastian global yang menekan banyak negara, Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat. Ini modal besar yang harus terus dikapitalisasi, sembari BI meredam gejolak nilai tukar agar tidak mengganggu capaian ekonomi yang sudah berada di jalur yang tepat,” kata Misbakhun.

Baca juga: Rupiah dan IHSG Kompak Menguat pada Penutupan Perdagangan Hari ini

Rupiah melemah

Diketahui, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah saat pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.21 WIB, mata uang garuda berada di level Rp 16.766 per dollar Amerika Serikat (AS), turun 12 poin atau 0,07 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah terbatas terhadap dollar AS.

Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sambil menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan, serta data produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2025 Indonesia yang dijadwalkan diumumkan esok hari.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, IHSG Justru Anjlok Pagi Ini

Di sisi domestik, sentimen pasar dinilai belum sepenuhnya pulih setelah tekanan jual di pasar ekuitas, sehingga masih membatasi ruang penguatan rupiah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dollar AS. Investor cenderung sideline mengantisipasi serentetan data ekonomi penting AS beberapa hari ke depan dan data PDB Q4 Indonesia besok,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Dalam kondisi tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp 16.700-16.850 per dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Polda NTT Terjunkan Tim Konselor ke Keluarga Korban
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Respons Purbaya KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Dalam Sehari
• 45 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan, KPK Pastikan Tak Hambat Proses Ekstradisi
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Indonesia Ajak Malaysia Kembangkan Generasi Baru Semikonduktor, Dorong Kolaborasi Regional di Tengah Persaingan Global
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Presiden Prabowo Undang Eks Wamenlu Dino Patti Djalal ke Istana Sore Ini, Bahas Apa?
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.