Apa menu sarapan favoritmu? Mungkin sebagian dari kita akan menjawab roti atau bubur. Tapi sepertinya, ini sudah saatnya kamu mulai beralih ke menu sarapan satu ini.
Mengutip Food and Wine, sebuah studi terbaru 2026 ini telah meneliti efek kesehatan dari mengonsumsi oatmeal pada 68 orang dengan sindrom metabolik; yaitu sekelompok kondisi yang meliputi tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh, dan kadar kolesterol atau trigliserida abnormal yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
Para peserta dibagi menjadi empat kelompok dalam dua studi intervensi terpisah; satu studi jangka pendek (dengan diet oat dosis tinggi selama dua hari sebanyak 300 gram per hari), dan satu studi enam minggu (dengan diet oat sedang sebanyak 80 gram per hari). Meskipun merupakan bagian dari proyek penelitian yang sama, kedua studi tersebut dievaluasi secara independen.
Dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mengikuti diet rendah kalori tanpa oat, peserta yang mengonsumsi diet rendah kalori yang mencakup tiga kali makan berbasis oat setiap hari selama dua hari, menunjukkan penurunan signifikan pada kolesterol LDL dan kolesterol total, dengan manfaat yang berlangsung hingga enam minggu.
Kemudian, baik diet berbasis oat yang intens maupun moderat, meningkatkan senyawa bermanfaat yang diproduksi oleh bakteri usus, dan kelompok yang mengonsumsi oat dalam jumlah lebih tinggi hanya selama dua hari menunjukkan efek penurunan kolesterol yang paling kuat.
Hasilnya, pada kelompok konsumsi oat dosis tinggi, tingkat kolesterol jahat dalam tubuh mereka menurun 10 persen dan begitu juga dengan hasil pemeriksaan tekanan darah para peserta tersebut.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, para ilmuwan percaya bahwa manfaat ini berpotensi karena adanya pengaruh antara gandum dan bakteri usus. Di sisi lain, gandum atau oat sudah dikenal sebagai makanan sehat karena kandungan baik di dalamnya seperti beta-glukan.
Lebih lanjut, ahli gizi Alyssa Smolen , RDN, menjelaskan bahwa kandungan serat larut beta glukan, studi tahun 2023 yang diterbitkan di Frontiers in Nutrition, bermanfaat memperlambat pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan meningkatkan rasa kenyang.
Efek kinerja pencernaan yang lebih lambat tersebut membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi lonjakan kolesterol setelah makan. Beta-glukan juga mengikat kolesterol di saluran pencernaan, membantu mengeluarkannya dari tubuh sebelum masuk ke aliran darah.
Hasil penelitian tahun 2023 menunjukkan bahwa proses ini dapat membantu meningkatkan kolesterol baik sekaligus menurunkan kolesterol jahat.




