Air Minum Dalam Kemasan Mengandung Nanoplastik 3 Kali Lebih Banyak dari Air Keran

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

SELAMA ini, banyak orang menganggap air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai pilihan yang lebih bersih dan aman. Penelitian terbaru dari Ohio State University (OSU) mengungkap fakta sebaliknya terkait polusi plastik. Studi tersebut menunjukkan air minum dalam kemasan mengandung partikel nanoplastik hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan air keran yang telah diolah.

Terobosan dalam studi ini terletak pada penggunaan metode deteksi baru yang sangat sensitif. Teknologi ini mampu melacak nanoplastik, fragmen plastik yang jauh lebih kecil dan lebih sulit diukur dibandingkan mikroplastik yang selama ini sudah menjadi perhatian publik.

Mengapa Ukuran Plastik Sangat Penting?

Nanoplastik terbentuk saat benda plastik yang lebih besar terurai. Karena ukurannya yang mikroskopis, partikel ini sangat sulit dideteksi namun memiliki risiko lebih besar karena kemampuannya menembus hambatan biologis dalam tubuh manusia.

Baca juga : Cacing Tanah Bantu Pulihkan Tanah Tercemar Mikroplastik, Tanaman Tumbuh 50 Persen Lebih Tinggi

Meskipun dampak kesehatan secara menyeluruh masih diteliti, para ahli menekankan perlunya kewaspadaan dini.

"Meskipun kita belum sepenuhnya memahami risiko kesehatan manusia yang terkait dengan paparan nanoplastik, lebih baik mencoba memitigasi risiko tersebut karena bukti menunjukkan bahwa mereka menyebabkan masalah, bahkan jika kita belum menyadari sepenuhnya apa masalah itu nantinya," ujar Megan Hart, penulis utama studi dari OSU.

Hasil Pengujian: Botol vs Keran

Tim peneliti menganalisis sampel dari empat instalasi pengolahan air di dekat Danau Erie dan membandingkannya dengan enam merek air minum kemasan yang berbeda. Hasilnya konsisten: sampel air kemasan mengandung partikel nanoplastik sekitar tiga kali lipat lebih banyak daripada air minum olahan.

Baca juga : Pemprov Jakarta Terapkan Teknologi Filtrasi Udara dan Air Hujan Lawan Mikroplastik

Di air kemasan, jenis plastik yang paling umum ditemukan ternyata berasal dari kemasan itu sendiri, baik dari badan botol, tutup, maupun proses penanganan saat pembotolan. Sementara untuk air keran, sumber plastiknya lebih bervariasi, namun lebih dari separuh partikel yang terdeteksi tetap berada dalam kategori nanoplastik meskipun telah melalui proses pengolahan.

John Lenhart, penulis senior studi tersebut, menyatakan keterkejutannya atas temuan ini. "Konsentrasi yang kami lihat lebih tinggi dari yang diperkirakan, yang mana tidak seperti studi sebelumnya, kami mampu mengatribusikan hal tersebut berkat penyertaan nanoplastik. Penekanan itu memvalidasi banyak informasi yang telah kita pelajari," jelas Lenhart.

Pilihan Cerdas untuk Mengurangi Paparan

Megan Hart menyarankan masyarakat untuk mulai membuat keputusan kecil yang realistis guna mengurangi paparan kimia berbahaya ini. Jika akses terhadap air bersih tersedia, memilih air keran daripada mengambil air botolan adalah langkah awal yang bijak.

"Bagi orang rata-rata yang haus dan ingin minum, cara terbaik adalah meminumnya langsung dari keran (yang terolah) daripada mengambil air kemasan," saran Hart.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science of The Total Environment ini tidak bermaksud menciptakan kepanikan dengan mengklaim air kemasan tidak aman secara menyeluruh. Fokus utama studi ini adalah memberikan gambaran mengenai tingkat paparan relatif dan menjadi langkah awal untuk meningkatkan sistem pengolahan air di masa depan agar lebih efektif menyaring partikel berbahaya tersebut. (Earth/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Operasi Senyap Dimulai? Pangkalan Rahasia Aktif, B-2 Dirumorkan Muncul, Timur Tengah di Ambang Api
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Penerimaan Negara Naik Hampir 10% pada Januari, Ditopang Pajak
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Publik Soroti Biaya Kuliah yang Mahal
• 3 jam lalukompas.id
thumb
PKB Dukung Prabowo Gabung Board of Peace, Tegaskan Komitmen Bela Palestina
• 2 jam lalumerahputih.com
thumb
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil yang Belum Dilaporkan ke LHKPN
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.