Teheran: Iran memanggil para duta besar negara anggota Uni Eropa (UE) untuk menyampaikan protes atas penetapan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai “organisasi teroris."
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap “resolusi anti-Iran” yang diadopsi Dewan Menteri Uni Eropa terkait IRGC. Menurut pernyataan itu, sebuah “protes keras” secara resmi telah disampaikan kepada para duta besar atas apa yang disebut sebagai tindakan provokatif.
“Posisi Pemerintah Republik Islam Iran disampaikan secara jelas, dengan mengecam keras keputusan Dewan Menteri Uni Eropa yang tidak beralasan dan tidak bertanggung jawab,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu, 4 Februari 2026.
Kementerian Luar Negeri Iran menilai langkah Uni Eropa itu “tidak hanya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip fundamental Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, khususnya penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan larangan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain tetapi juga dianggap sebagai kesalahan strategis dan penghinaan yang tak termaafkan terhadap bangsa Iran."
Kementerian tersebut juga menyatakan Uni Eropa “harus dimintai pertanggungjawaban” atas apa yang disebutnya sebagai “sikap tidak pantas dan munafik sejumlah anggota utamanya” terkait perkembangan regional.
Pernyataan itu secara khusus menyinggung dukungan negara-negara Eropa terhadap apa yang disebut Iran sebagai genosida Israel terhadap rakyat Palestina, dukungan atas serangan Israel ke Teheran tahun lalu, serta sikap mereka terhadap protes terbaru di Iran.
Perkembangan ini terjadi sehari setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa keputusan akan diambil terkait “langkah-langkah balasan” terhadap apa yang ia sebut sebagai tindakan Uni Eropa yang “ilegal, tidak beralasan, dan keliru” dalam menargetkan IRGC.
Berbicara dalam konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin, Baghaei menyatakan berbagai opsi telah disiapkan dan diajukan kepada lembaga pengambil keputusan sebagai respons atas penetapan IRGC oleh Uni Eropa.
Ketegangan antara Iran dan sejumlah negara Eropa meningkat dalam beberapa waktu terakhir, menyusul aksi protes anti-pemerintah di dalam negeri Iran. Para pemimpin Eropa sebelumnya mengecam apa yang mereka gambarkan sebagai tindakan penindakan terhadap para demonstran.
Kamis lalu, Uni Eropa secara resmi menetapkan IRGC sebagai “organisasi teroris," sebuah langkah yang memicu kecaman keras dari pimpinan sipil dan militer Iran.
Sebagai balasan, parlemen Iran pada Minggu mengumumkan bahwa Iran kini menganggap angkatan bersenjata Uni Eropa sebagai organisasi teroris, setelah badan keamanan tertinggi negara itu menyetujui kebijakan tersebut.
Baca juga: Ikuti Uni Eropa, Ukraina Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Organisasi Teroris


