Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan hingga saat ini virus Nipah belum ditemukan di Indonesia. Hal itu disampaikan usai peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 di South Quarter Dome, Jakarta Selatan pada Rabu (4/2).
“Belum ada di Indonesia, ya dijaga aja teman-teman ya,” katanya.
Ia menjelaskan, kasus virus Nipah yang terjadi di India berkaitan dengan cara penularan melalui buah yang sudah terbuka dan terkontaminasi kelelawar.
“Ya itu di India karena itu penularannya kan lewat kelelawar ya. Jadi biasanya kelelawar tuh gigit buah, buahnya tuh kalau enggak dicuci, enggak dimasak, dimakan, (virus) itu menular,” ujar Budi.
Apa itu Virus Nipah?Mengutip dari World Health Organization (WHO), virus Nipah adalah penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya genus Pteropus, menjadi inang alami virus ini.
Menurut jurnal ilmiah di National Center for Biotechnology Information (NCBI), virus RNA beruntai tunggal ini juga mampu menginfeksi berbagai hewan, seperti babi, kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing. Manusia bisa tertular dari hewan-hewan terinfeksi tersebut.
Virus Nipah sendiri pertama kali diidentifikasi di Malaysia tahun 1998 dan memiliki tingkat kematian mencapai 40 hingga 75 persen. Angka kematian bervariasi tergantung kapasitas pengawasan epidemiologi dan manajemen klinis di lokasi wabah.
Jalur Penularan yang Perlu DiwaspadaiPenularan virus Nipah terjadi melalui beberapa jalur. Jalur pertama dari kelelawar ke manusia melalui konsumsi sari pohon kurma mentah, buah yang terkontaminasi air liur, atau urine kelelawar yang terinfeksi.
Jalur kedua melalui hewan perantara, seperti babi yang terinfeksi. Mengutip dari WHO, wabah di Malaysia dan Singapura tahun 1998-1999 sebagian besar terjadi karena kontak langsung dengan babi sakit atau jaringannya yang terkontaminasi.
Jalur ketiga adalah penularan antar manusia yang terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien terinfeksi. Penularan ini kerap terjadi di lingkungan keluarga dan fasilitas kesehatan.




