Tiga mobil ambulans di Kota Semarang, Jawa Tengah, kena prank debt collector salah satu pinjaman online (pinjol). Pelaku melakukan orderan fiktif ambulans ke alamat debiturnya.
Dari video yang beredar di media sosial terlihat ada tiga ambulans dan satu mobil pikap Lalamove terparkir di depan sebuah rumah. Salah satu ambulans yang menjadi korban ialah milik Antasena.
Admin ambulans Antasena, Aldy mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/2) siang. Pihaknya mendapat orderan dari seseorang bernama Adi Prasetya.
"Jadi awalnya kami dapat orderan dari orang yang namanya Adi Prasetya. Dia butuh ambulans untuk pengantaran pasien kontrol dari Jalan Puspowarno daerah Semarang Barat ke Rumah Sakit Columbia Asia. Orangnya juga share alamat lengkap, identitas orang yang sakit, sama share location rumahnya itu," ujar Aldy saat dihubungi kumparan, Rabu (4/2).
Sesuai SOP, ambulans Antasena lalu meluncur ke alamat yang diminta. Namun ketika sampai di alamat tersebut ternyata rumah dalam keadaan kosong.
Selain itu, di lokasi sudah ada dua ambulans lain dan satu mobil pikap Lalamove yang juga dipesan atas nama debt collector salah satu pinjol.
"Saya ketok, kok enggak ada orang. Rumahnya sepi. Terus tiba-tiba dari luar ada perempuan yang sesuai dengan identitas orang yang mau kontrol. Dia bilang, 'itu penipuan, Mas, saya nggak pesan ambulans, saya sehat aja enggak sakit'" ucap Aldy menirukan ucapan wanita itu.
Aldy lantas menghubungi Adi untuk meminta konfirmasi dan pertanggungjawaban. Namun Adi justru meminta perempuan tersebut segera membayar utangnya.
"Saya nanya malah dia bilang, 'kon bayar utange mbak e, bayar utange (kamu bayar utangnya Mba, bayar utangnya) Rp 14 juta'. Setelah itu nomor saya diblokir," ungkap Aldy.
Ketika sopir ambulans lain yang menelepon Adi, si pemesan. Adi juga mengatakan hal yang sama meminta, wanita tersebut membayar utangnya.
"Ngakunya dari pinjol," ungkap Aldy.
Aldy mengaku rugi banyak karena prank ini. Ada waktu, tenaga dan uang, yang tidak diganti oleh siapa pun.
"Ya, enggak ada yang ngeganti, mintanya mbaknya kasihan. Ya rugi waktu, uang bensin tenaga. Baru pertama kali dapat ini semoga jangan ada lagi," keluh Aldy.
Ia pun berpesan kepada debt collector pinjol mana pun untuk tidak melakukan hal yang sama lantaran mengganggu pekerjaan orang lain yang tidak ada hubungannya.
"Ya, kesal lah, ambulans malah buat mainan, malah buat nagih pinjol. Kalau ada pasien yang benar-benar darurat gimana. Jangan gitu lah," kata Aldy.




