Momen Berat di Tanah Suci, Didi Riyadi Ceritakan Saat Pertama Tahu Lucky Widja Telah Meninggal Dunia

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita
Grid.ID - Didi Riyadi, drummer grup musik Element, mengenang momen ketika ia pertama kali mendengar kabar duka dari rekannya, Lucky Widja. Kepergian Lucky begitu mendadak dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh anggota grup, termasuk Didi, yang saat itu sedang berada jauh dari rumah.

Saat kabar itu datang, Didi tengah menjalani ibadah umrah. Kondisinya yang jauh membuatnya tidak bisa langsung hadir di rumah duka atau menyaksikan prosesi peristirahatan terakhir Lucky, sehingga rasa kehilangan terasa semakin berat.

“Saat itu sedang melaksanakan ibadah umrah, jadi begitu sampai Madinah dari train station ke hotel dalam perjalanan itu, malam pertama nyampe di jalan saya baru dapat kabar kalau Lucky udah engga ada,“ ujarnya dikutip dari Pagi Pagi Ambyar pada Rabu, (3/2/2026).

Didi mengungkapkan bahwa kabar duka Lucky datang secara singkat dan mendadak. Semua anggota grup menerima informasi yang sama tanpa mengetahui detail sebelumnya.

“Pertama kali dapat kabar dari Arya (gitaris Element) katanya ‘Di, Lucky udah enggak ada‘ udah sesingkat itu aja. Dan ternyata semua anak-anak pun mendapatkan berita yang sama, hanya itu. Jadi informasi sebelumnya kita enggak tau mulai dari masuk IGD nya, unfall nya, bener-bener enggak tau. Pokoknya semua tau udah enggak ada aja gitu,“ ungkapnya.

Kehilangan itu membuat Didi merasa bingung dan terpukul. Ia berusaha mengatur emosi dan kesedihan karena tidak bisa berada di sisi Lucky saat itu.

“Jujur bingung ya kayak bagaimana ya, berusaha untuk bisa meregulasi emosi dan kedukaan serta kesedihan. Karena pas lagi berjarak ini, saya enggak ada disitu gitu loh, saya enggak bisa lihat,“ katanya.

Dalam kondisi tersebut, doa menjadi satu-satunya hal yang bisa dilakukan Didi untuk almarhum. Ia melakukan sholat jenazah dan mewakafkan Al-Quran di Masjid Nabawi atas nama Lucky.

“Saya bilang ‘ya Tuhan saya harus apa gitu loh’ hal yang paling penting akhirnya yang bisa saya lakukan selama disana ya mendoakan. Sholat jenazah dan saya mewakafkan Al-Quran di Masjid Nabawi yang mengatasnamakan almarhum,“ tuturnya.

Didi juga menyinggung bagaimana Lucky jarang menceritakan sakit yang dialaminya secara terbuka. Perubahan fisik yang terlihat perlahan-lahan memberi petunjuk tentang kondisi yang sebenarnya.

“Almarhum tidak pernah menceritakan secara detail dan terbuka tentang apa yang sedang diderita. Akhirnya seiring berjalannya waktu perubahan fisik memang tidak bisa bohong ya, dari situ mulai cerita pelan-pelan,” ujarnya

 

Menurut Didi, Lucky selalu berusaha menyembunyikan kesulitan dari teman-temannya. Ia ingin tetap tampil maksimal dan tidak membebani orang lain dengan kondisi kesehatannya.

“Ceritanya pun biasa aja, terlihat almarhum tidak mau bikin teman-temannya sedih, enggak mau bikin kepikiran, takut teman-temannya khawatir segala macam. Dia selalu tampil maksimal gitu dan enggak mau bersembunyi dibalik alasan bahwa dia sakit,” tutupnya.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Khofifah Buka Diklat Petugas Haji Surabaya, Jemaah Jatim Terbanyak Sepanjang Sejarah
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Saat Harga Emas Melambung, Warga China Ramai-ramai Jual Perhiasan Lama
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Anak Buahnya Ditangkap KPK, Purbaya Tak Akan Minta Tolong Prabowo
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Purbaya Ngebet Bos OJK Segera Terpilih, Surati BI Bentuk Pansel
• 8 jam laludisway.id
thumb
IHSG Awali Perdagangan Rabu dengan Kenaikan, Proyeksi Bergerak Konsolidasi
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.